Rabu, 13 Juni 2012

Sekilas tentang terminal ikan paotere


Di Indonesia sendiri, khususnya Sulawesi Selatan, Makassar merupakan kota pesisir yang sejak dulu juga menyandarkan aktivitas ekonominya pada pelabuhan,  salah satunya Pelabuhan Paotere. Sejak dibangun pada Abad ke-14 oleh raja Gowa-Tallo, pelabuhan ini menjadi sentra militer laut dan perdagangan di Kawasan Timur Nusantara. Sejarah mengatakan Paotere pernah memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka untuk membantu Raja Malaka mengusir penjajah Belanda. Cerita tentang kota besar di negara yang memiliki teritori laut, selalu di mulai dari wilayah pesisir pantai yang punya fungsi vital bagi perkembangan kehidupan kota. Di wilayah ini dermaga atau pelabuhan menjadi titik nadir aktivitas keseharian warga kota, bahkan seluruh negeri, karena di sinilah aktivitas perdagangan dan distribusi barang berpusat mulai dari jaman dahulu hingga masa kini. Kita bisa melihat ketika kota pelabuhan Konstantinopel direbut oleh kesultanan Turki tahun 1453 dari Kerajaan Romawi, yang menyebabkan terputusnya hubungan dagang kerajaan-kerajaan Eropa ke dunia Timur dan memaksa mereka mencari jalan sendiri ke ke pusat rempah-rempah di Asia.
Berkunjung ke Kota Makassar, Pantai Losari selalu menjadi tujuan utama bagi siapa saja yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di kota yang dijuluki Angin Mammiri ini. Namun kunjungan tersebut belum lengkap jika belum melihat panorama Paotere, pelabuhan rakyat (Pelra) yang masih eksis dan sarat dengan nilai sejarah.
Pelra Paotere terletak di bagian Utara Kota Makassar, berjarak sekitar tiga kilometer dari Pantai Losari. Pelabuhan yang merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan tempo doeloe ini, menyimpan bukti sejarah peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14, sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka untuk membantu Raja Malaka mengusir penjajah Belanda.
Kini, Pelabuhan Paotere masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti Phinisi, Lambo, kapal-kapal motor nelayan dan pedagang antar pulau. Selain itu, Paotere juga menjadi pusat niaga nelayan, dengan adanya fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dibangun pemerintah setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar