Di Indonesia
sendiri, khususnya Sulawesi Selatan, Makassar merupakan kota pesisir yang sejak
dulu juga menyandarkan aktivitas ekonominya pada pelabuhan, salah satunya
Pelabuhan Paotere. Sejak dibangun pada Abad ke-14 oleh raja Gowa-Tallo,
pelabuhan ini menjadi sentra militer laut dan perdagangan di Kawasan Timur
Nusantara. Sejarah mengatakan Paotere pernah memberangkatkan sekitar 200 armada
Perahu Phinisi ke Malaka untuk membantu Raja Malaka mengusir penjajah Belanda.
Cerita tentang kota besar di negara yang memiliki teritori laut, selalu di
mulai dari wilayah pesisir pantai yang punya fungsi vital bagi perkembangan
kehidupan kota. Di wilayah ini dermaga atau pelabuhan menjadi titik nadir
aktivitas keseharian warga kota, bahkan seluruh negeri, karena di sinilah
aktivitas perdagangan dan distribusi barang berpusat mulai dari jaman dahulu
hingga masa kini. Kita bisa melihat ketika kota pelabuhan Konstantinopel
direbut oleh kesultanan Turki tahun 1453 dari Kerajaan Romawi, yang menyebabkan
terputusnya hubungan dagang kerajaan-kerajaan Eropa ke dunia Timur dan memaksa
mereka mencari jalan sendiri ke ke pusat rempah-rempah di Asia.
Berkunjung ke
Kota Makassar, Pantai Losari selalu menjadi tujuan utama bagi siapa saja yang
baru pertama kali menginjakkan kakinya di kota yang dijuluki Angin Mammiri ini.
Namun kunjungan tersebut belum lengkap jika belum melihat panorama Paotere,
pelabuhan rakyat (Pelra) yang masih eksis dan sarat dengan nilai sejarah.
Pelra Paotere
terletak di bagian Utara Kota Makassar, berjarak sekitar tiga kilometer dari
Pantai Losari. Pelabuhan yang merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan
tempo doeloe ini, menyimpan bukti sejarah peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak
abad ke-14, sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka
untuk membantu Raja Malaka mengusir penjajah Belanda.
Kini,
Pelabuhan Paotere masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti
Phinisi, Lambo, kapal-kapal motor nelayan dan pedagang antar pulau. Selain itu,
Paotere juga menjadi pusat niaga nelayan, dengan adanya fasilitas Tempat
Pelelangan Ikan (TPI) yang dibangun pemerintah setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar