Jumat, 15 Juni 2012

cewek munafik

cewek 

 

gue sepakat sama teman gue anugrah arief cewek adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling indah di mata kaum adam. tapi MUNGKIN hanya sebagaian besar, cewek itu bagi ku sosok makhluk yang paling munafik! sebrengsek-brengseknya cowok lebih munafik cewek (sepakat)! selain dari pada itu jadi cewek di indonesia itu enak soalnya, cowok yang cari uang, cowok juga cari kerja dan paranya lagi cewek yang cari cewek! preeetttt.........!cewek itu kerjanya cuman di dapur urusin makanan,lahirin anak,dan urusin suami hahaha


tapi cewek kalau nggak di sms sama pacanya selalu menuduh pacarnya yang nggak-nggak bilang kamu punya pacar baru ya atau semacamnya woii kita juga punya perasaan punya hati jadi nggak selamaya kita menuruti kemauan kalian kami tu manusia bukan robot kami butuh istirahat jadi nggak selamanya ada untuk kalian para kaum hawa jadi mengertilah jangan cuman kepentingan kalian(cewek) yang perlu di turutin,kami kaum adam butuh refreshing juga.MENGERTI.ok

Motivasi hari jumat bulan juni

Jadilah berarti, karena Tuhan membawamu ke bumi ini bukan tanpa tujuan.
Jangan mengambil keputusan apapun saat kau galau, jika tak ingin menambah kegalauan baru karena penyesalan.

Cinta seharusnya membebaskanmu dari segala rasa takut, dan menjagamu dari segala keberanian.

Jika kau memberikan hanya setengah2, maka kau pun akan mendapat setengahnya saja.

Setiap akhir adalah awal baru bagi sesuatu.

Jangan kau mulai hari ini dg keluhan, karena bukan itu tujuan Tuhan memberikan kesempatan dalam kehidupan.

Kamis, 14 Juni 2012

TEKUN PADA SATU PILIHAN ITU MEMBAWA BERKAH

ternyata kalau kita tekun sama satu pilihan (bidang pekerjaan)  itu sangat luar biasa dan terkadang membawa berkah untuk kita,seperti saja contohnya gue pernah mengalami hal yang serupa,sewaktu-waktu saya dihadapkan 2 pilihan ekskul antara pencak silat dan fotografi.emang ekskul pertama gue pencak silat dan di pencak silat gue mendapat kebersamaan yang sangat luar biasa tapi sewaktu-waktu lanjut di ekskul 2 terdapat banyak pilihan ada pencak silat,gojukai,sepakbola,volly,fotografi,Karya tulis ilmiah dan inggris debat,tapi pada saat ekskul 2,tahun masuk gue kuliah saya dihadapkan dipilihan ekskul antara pencak silat dengan fotografi,pada saat itu gue saking pengennya masuk fotografi gue suruh  nyokap beliin kamera slr hehehe... tapi kata nyokap nak mending kamu tetap di pencak silat nggak usah di fotografi nah sangking ngototnya gue di fotografi gue bertengkar sama nyokap ASTAGFIRULLAH berdosanya gue -_-",tapi gue akhirnya mikir kata nyokap ada benarnya juga nah akhirnya gue ambil pencak silat nggak lama kemudian ada kejuaraan nasional pencak silat seluruh universitas seindonesia,dan saya memberanikan diri untuk mendaftar kejurnas padahal saya baru pemula loh hehehe,ikut pertandingan kejurnas itu rasanya bangga senang bisa ikut kejuaraan nasional biarpun gue nggak juara itung-itung cari pengalaman dululah dan akhirnya sekarang saya tekun pada satu pilihan ya itu pencak silat.saya menekuni seni beladiri tersebut dan alhamdulillah saya menjadi copel(pelatih) pencak silat sekarang...

Rabu, 13 Juni 2012

Bagi agan-agan yang pencinta film-film horor,film korea,film action,film indonesia, dan semuanya ada disini kecuali film blue hehehe,Gue bagiin situs-situs film yang bisa agan-agan download

1. Download film gratis di cinema3satu

Situs ini menyediakan berbagai link download film gratis dari lokal sampai internasional juga ada. cinema3satu merupakan situs downlod film gratis yang cukup lengkap. nah jika ingin mendownload silahkan menuju ke http://cinema3satu.blogspot.com/.

Situs baru Cinema3satu -> icinema3satu.com dan cinema3satu-2.blogspot.com

2. Download film gratis di http://www.downloadfilem.com/

Di situ banyak film luar ataupun lokal, berbagai jenis film disediakan di sini untuk di download secara gratis. Silahkan menuju link berikut http://www.downloadfilem.com/

3. Download film gratis Okemovie

Sama halnya dengan situs di atas, Okemovie juga menyediakan link download film-film luar juga dari Indonesia. Silahkan masuk ke link http://www.okemovie.com/

4. Download film gratis di koleksi film bioskop

Situs ini menyediakan film-film yang tanyang di bioskop, seperti Quantum Apocalypse, dan lain-lain. Jika tertarik silahkan menuju ke http://www.koleksifilmbioskop.com/

INDAHNYA BERBAGI ^_^


Situs-situs download lagu ter update

mariki ini link Situs-situs download lagu ter update gan ^_^

www.stafaband.info 

www.4shared.com

www.gudanglagu.com

Pelaku Ekonomi di indonesia


1 a. Pemerintah sebagai Pelaku Kegiatan Ekonomi
Peran pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
1 ) Kegiatan produksi
Pemerintah dalam menjalankan perannya sebagai pelaku ekonomi, mendirikan perusahaan negara atau sering dikenal dengan sebutan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2003, BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN dapat berbentuk Perjan (Perusahaan Jawatan), Perum (Perusahaan Umum), dan Persero (Perusahaan Perseroan). Mengenai ciri-ciri dari ketiga bentuk perusahaan negara di atas telah kalian pelajari di kelas VII semester 2. BUMN memberikan kontribusi yang positif untuk perekonomian Indonesia. Pada sistem ekonomi kerakyatan, BUMN ikut berperan dalam menghasilkan barang atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pelaksanaan peran BUMN tersebut diwujudkan dalam kegiatan usaha hampir di seluruh sektor perekonomian, seperti sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, manufaktur, pertambangan, keuangan, pos dan telekomunikasi, transportasi, listrik, industri, dan perdagangan serta konstruksi. BUMN didirikan pemerintah untuk mengelola cabang-cabang produksi dan sumber kekayaan alam yang strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya PT Dirgantara Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Pos Indonesia, dan lain sebagainya. Perusahaan-perusahaan tersebut didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, serta untuk mengendalikan sektor-sektor yang strategis dan yang kurang menguntungkan. Secara umum, peran BUMN dapat dilihat pada hal-hal berikut ini.
a) Mengelola cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak.
b) Sebagai pengelola bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya secara efektif dan efisien.
c) Sebagai alat bagi pemerintah untuk menunjang kebijaksanaan di bidang ekonomi.
d) Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menyerap tenaga kerja.
2 ) Kegiatan konsumsi
Seperti halnya yang telah kalian pelajari pada bab 8 mengenai pelaku-pelaku ekonomi, pemerintah juga berperan sebagai pelaku konsumsi. Pemerintah juga membutuhkan barang dan jasa untuk menjalankan tugasnya. Seperti halnya ketika menjalankan tugasnya dalam rangka melayani masyarakat, yaitu mengadakan pembangunan gedung-gedung sekolah, rumah sakit, atau jalan raya. Tentunya pemerintah akan membutuhkan bahan-bahan bangunan seperti semen, pasir, aspal, dan sebagainya. Semua barang-barang tersebut harus dikonsumsi pemerintah untuk menjalankan tugasnya. Contoh-contoh mengenai kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah masih banyak, seperti membeli barang-barang untuk administrasi pemerintahan, menggaji pegawai-pegawai pemerintah, dan sebagainya.
3 ) Kegiatan distribusi
Selain kegiatan konsumsi dan produksi, pemerintah juga melakukan kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah dalam rangka menyalurkan barang-barang yang telah diproduksi oleh perusahaanperusahaan negara kepada masyarakat. Misalnya pemerintah menyalurkan sembilan bahan pokok kepada masyarakat-masyarakat miskin melalui BULOG. Penyaluran sembako kepada masyarakat dimaksudkan untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh pemerintah harus lancar. Apabila kegiatan distribusi tidak lancar akan memengaruhi banyak faktor seperti terjadinya kelangkaan barang, harga barang-barang tinggi, dan pemerataan pembangunan kurang berhasil. Oleh karena itu, peran kegiatan distribusi sangat penting.
b . Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi
Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di bidang ekonomi tidak hanya berperan sebagai salah satu pelaku ekonomi, akan tetapi pemerintah juga berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan terhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Dalam rangka melaksanakan peranannya tersebut pemerintah menempuh kebijaksanaan-kebijaksanaan berikut ini.
1 ) Kebijaksanaan dalam dunia usaha Usaha untuk mendorong dan memajukan dunia usaha, pemerintah melakukan kebijaksanaan-kebijaksanaan berikut ini.
a) Pemerintah mengeluarkan UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
b) Pemerintah mengeluarkan UU No. 7 Tahun 1992 mengatur tentang Usaha Perbankan.
c) Pemerintah mengubah beberapa bentuk perusahaan negara agar tidak menderita kerugian, seperti Perum Pos dan Giro diubah menjadi PT Pos Indonesia, Perjan Pegadaian diubah menjadi Perum Pegadaian.
2 ) Kebijaksanaan di bidang perdagangan
Di bidang perdagangan, pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan berupa kebijaksanaan ekspor dan kebijaksanaan impor. Pemerintah menetapkan kebijakan ekspor dengan tujuan untuk memperluas pasar di luar negeri dan meningkatkan daya saing terhadap barang-barang luar negeri. Adapun kebijakan impor dimaksudkan untuk menyediakan barang-barang yang tidak bisa diproduksi dalam negeri, pengendalian impor, dan meningkatkan daya saing.
3 ) Kebijaksanaan dalam mendorong kegiatan masyarakat Kebijaksanaan pemerintah dalam mendorong kegiatan masyarakat mencakup hal-hal berikut ini.
a) Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana umum.
b) Kebijaksanaan menyalurkan kredit kepada pengusaha kecil dan petani.
c) Kebijaksanaan untuk memperlancar distribusi hasil produksi.
2. Swasta (BUMS)
BUMS adalah salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. BUMS merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan BUMS adalah untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. BUMS didirikan dalam rangka ikut mengelola sumber daya alam Indonesia, namun dalam pelaksanaannya tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah dan UUD 1945. BUMS dalam melakukan perannya mengandalkan kekuatan pemilikan modal. Perkembangan usaha BUMS terus didorong pemerintah dengan berbagai kebijaksanaan. Kebijaksanaan pemerintah ditempuh dengan beberapa pertimbangan berikut ini.
a. Menumbuhkan daya kreasi dan partisipasi masyarakat dalam usaha mencapai kemakmuran sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia.
b. Terbatasnya modal yang dimiliki pemerintah untuk menggali dan mengolah sumber daya alam Indonesia sehingga memerlukan kegairahan usaha swasta.
c. Memberi kesempatan agar perusahaan-perusahaan swasta dapat memperluas kesempatan kerja.
d. Mencukupi kebutuhan akan tenaga ahli dalam menggali dan mengolah sumber daya alam.
Perusahaan-perusahaan swasta sekarang ini telah memasuki berbagai sektor kehidupan antara lain di bidang perkebunan, pertambangan, industri, tekstil, perakitan kendaraan, dan lain-lain. Perusahaan swasta terdiri atas dua bentuk yaitu perusahaan swasta nasional dan perusahaan asing. Contoh perusahaan swasta nasional antara lain PT Astra Internasional (mengelola industri mobil dan motor), PT Ghobel
Dharma Nusantara (mengelola industri alat-alat elektronika), PT Indomobil (mengelola industri mobil), dan sebagainya. Adapun contoh perusahaan asing antara lain PT Freeport Indonesia Company (perusahaan Amerika Serikat yang mengelola pertambangan tembaga di Papua, Irian Jaya), PT Exxon Company (perusahaan Amerika Serikat yang mengelola pengeboran minyak bumi), PT Caltex Indonesia (perusahaan Belanda yang mengelola pertambangan minyak bumi di beberapa tempat di Indonesia), dan sebagainya.
Perusahaan-perusahaan swasta tersebut sangat memberikan peran penting bagi perekonomian di Indonesia. Peran yang diberikan BUMS dalam perekonomian Indonesia seperti berikut ini.
a. Membantu meningkatkan produksi nasional.
b. Menciptakan kesempatan dan lapangan kerja baru.
c. Membantu pemerintah dalam usaha pemerataan pendapatan.
d. Membantu pemerintah mengurangi pengangguran.
e. Menambah sumber devisa bagi pemerintah.
f. Meningkatkan sumber pendapatan negara melalui pajak.
g. Membantu pemerintah memakmurkan bangsa.
3. Koperasi
a. Sejarah Koperasi
Koperasi pertama di Indonesia dimulai pada penghujung abad ke-19, tepatnya tahun 1895. Pelopor koperasi pertama di Indonesia adalah R. Aria Wiriaatmaja, yaitu seorang patih di Purwokerto. Ia mendirikan sebuah bank yang bertujuan menolong para pegawai agar tidak terjerat oleh lintah darat. Usaha yang didirikannya diberi nama Bank Penolong dan Tabungan (Hulp en Spaarbank). Perkembangan koperasi yang didirikan oleh R. Aria Wiriaatmaja semakin baik. Akibatnya setiap gerak-gerik koperasi tersebut diawasi dan mendapat banyak rintangan dari Belanda. Upaya yang ditempuh pemerintah kolonial Belanda yaitu dengan mendirikan Algemene Volkscrediet Bank, rumah gadai, bank desa, serta lumbung desa.
Pada tahun 1908 melalui Budi Utomo, Raden Sutomo berusaha mengembangkan koperasi rumah tangga. Akan tetapi koperasi yang didirikan mengalami kegagalan. Hal itu dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat koperasi. Pada sekitar tahun 1913, Serikat Dagang Islam yang kemudian berubah menjadi Serikat Islam, mempelopori pula pendirian koperasi industri kecil dan kerajinan. Koperasi ini juga tidak berhasil, karena rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya penyuluhan kepada masyarakat, dan miskinnya pemimpin koperasi pada waktu itu. Setelah dibentuknya panitia koperasi yang diketuai oleh Dr. DJ. DH. Boeke pada tahun 1920, menyusun peraturan koperasi No. 91 Tahun 1927. Peraturan tersebut berisi persyaratan untuk mendirikan koperasi, yang lebih longgar dibandingkan peraturan sebelumnya, sehingga dapat mendorong masyarakat untuk mendirikan koperasi. Setelah diberlakukannya peraturan tersebut, perkembangan koperasi di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.
Selama masa pendudukan Jepang yaitu pada tahun 1942 – 1945, usaha-usaha koperasi dipengaruhi oleh asas-asas kemiliteran. Koperasi yang terkenal pada waktu itu bernama Kumiai. Tujuan Kumiai didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun pada kenyataannya Kumiai hanyalah tempat untuk mengumpulkan bahan-bahan kebutuhan pokok guna kepentingan Jepang melawan Sekutu. Oleh karena itulah, menyebabkan semangat koperasi yang ada di masyarakat menjadi lemah. Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan kebijakan ekonominya. Para pemimpin bangsa Indonesia mengubah tatanan perekonomian yang liberalkapitalis menjadi tatanan perekonomian yang sesuai dengan semangat pasal 33 UUD 1945. Sebagaimana diketahui, dalam pasal 33 UUD 1945, semangat koperasi ditempatkan sebagai semangat dasar perekonomian bangsa Indonesia. Berdasarkan pasal itu, bangsa Indonesia bermaksud untuk menyusun suatu sistem perekonomian usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Oleh karena itulah, Muhammad Hatta kemudian merintis pembangunan koperasi. Perkembangan koperasi pada saat itu cukup pesat, sehingga beliau dianugerahi gelar bapak koperasi Indonesia. Untuk memantapkan kedudukan koperasi disusunlah UU No. 25 Tahun 1992.
b . Pengertian Koperasi
Keberadaan koperasi di Indonesia berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945 dan UU No. 25 Tahun 1992. Pada penjelasan UUD 1945 pasal 33 ayat (1), koperasi berkedudukan sebagai “soko guru perekonomian nasional” dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Adapun penjelasan dalam UU No. 25 Tahun 1992, menyebutkan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Berdasarkan pada pengertian koperasi di atas, menunjukkan bahwa koperasi di Indonesia tidak semata-mata dipandang sebagai bentuk perusahaan yang mempunyai asas dan prinsip yang khas, namun koperasi juga dipandang sebagai alat untuk membangun sistem perekonomian Indonesia. Koperasi diharapkan dapat mengembangkan potensi ekonomi rakyat dan mewujudkan demokrasi ekonomi yang sesuai dengan yang diamanatkan dalam UUD 1945.
c . Landasan, Asas, dan Tujuan Koperasi
Landasan koperasi Indonesia adalah pedoman dalam menentukan arah, tujuan, peran, serta kedudukan koperasi terhadap pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Koperasi Indonesia mempunyai beberapa landasan berikut ini.
1) Landasan idiil: Pancasila.
2) Landasan struktural: UUD 1945.
3) Landasan operasional: UU No. 25 Tahun 1992 dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
4) Landasan mental: kesadaran pribadi dan kesetiakawanan. UU No. 25 Tahun 1992 pasal 2 menetapkan bahwa kekeluargaan sebagai asas koperasi. Semangat kekeluargaan inilah yang menjadi pembeda utama antara koperasi dengan bentuk-bentuk perusahaan lainnya.
Koperasi didirikan dengan tujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
d . Fungsi dan Peran Koperasi
Sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi seperti berikut ini.
1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.
2) Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
e . Perangkat Organisasi Koperasi
Pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan bahwa perangkat organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Penjelasan tentang ketiga perangkat organisasi koperasi ini seperti berikut ini.
1 ) Rapat anggota
Rapat anggota merupakan perangkat yang penting dalam koperasi. Rapat anggota ialah rapat yang dihadiri oleh seluruh atau sebagian besar anggota koperasi. Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Melalui rapat anggota, seorang anggota koperasi akan menggunakan hak suaranya. Rapat anggota berwenang untuk menetapkan hal-hal berikut ini.
a) Anggaran dasar (AD).
b) Kebijaksanaan umum di bidang organisasi.
c) Pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian pengurus dan pengawas.
d) Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan keuangan.
e) Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugas.
f) Pembagian sisa hasil usaha (SHU).
g) Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi.
2 ) Pengurus
Pengurus dipilih oleh rapat anggota dari kalangan anggota. Pengurus adalah pemegang kuasa rapat anggota. Masa jabatan paling lama lima tahun. Berikut ini tugas pengurus koperasi.
a) Mengelola koperasi dan bidang usaha.
b) Mengajukan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
c) Menyelenggarakan rapat anggota.
d) Mengajukan laporan pelaksanaan tugas dan laporan keuangan koperasi.
e) Memelihara buku daftar anggota, pengurus, dan pengawas.
Pengurus bertanggung jawab kepada rapat anggota atau rapat anggota luar biasa dalam mengelola usaha koperasi. Jika koperasi mengalami kerugian karena tindakan pengurus baik disengaja maupun karena kelalaiannya, pengurus harus mempertanggungjawabkan kerugian ini. Apalagi jika tindakan yang merugikan koperasi itu karena kesengajaan, pengurus dapat dituntut di pengadilan.
Adapun wewenang pengurus koperasi terdiri atas hal-hal berikut ini.
a) Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan.
b) Memutuskan penerimaan atau penolakan seseorang sebagai anggota koperasi berdasarkan anggaran dasar koperasi.
c) Melakukan tindakan untuk kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai pengurus.
3 ) Pengawas
Pengawas koperasi adalah salah satu perangkat organisasi koperasi, dan menjadi suatu lembaga/badan struktural koperasi. Pengawas mengemban amanat anggota untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi. Koperasi dalam melakukan usahanya diarahkan pada bidang-bidang yang berkaitan dengan kepentingan anggota untuk mencapai kesejahteraan anggota. Lapangan usaha itu menyangkut segala bidang kehidupan ekonomi rakyat dan kepentingan orang banyak, antara lain bidang perkreditan (simpan pinjam), pertokoan, usaha produksi, dan usaha jasa. Sesuai dengan namanya sebagai pengawas koperasi, maka
tugas-tugas koperasi seperti berikut ini.
a) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan koperasi oleh pengurus.
b) Membuat laporan tertulis mengenai hasil pengawasan yang telah dilakukannya.
Supaya para pengawas koperasi dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, mereka harus diberi wewenang yang cukup untuk mengemban tanggung jawab tersebut. Pengawas koperasi mempunyai wewenang berikut ini.
a) Meneliti catatan atau pembukuan koperasi.
b) Memperoleh segala keterangan yang diperlukan.
f . Modal Koperasi
Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman.
1 ) Modal Sendiri Koperasi
a) Simpanan pokok, adalah sejumlah uang yang sama banyaknya dan wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
b) Simpanan wajib, adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama dan wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi pada waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan wajib tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
c) Dana cadangan, adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha. Dana cadangan digunakan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi.
d) Hibah, yaitu sumbangan pihak tertentu yang diserahkan kepada koperasi dalam upayanya turut serta mengembangkan koperasi. Hibah tidak dapat dibagikan kepada anggota selama koperasi belum dibubarkan.
2 ) Modal pinjaman koperasi
Modal pinjaman dapat berasal dari simpanan sukarela, pinjaman dari koperasi lainnya, pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya, dan sumber pinjaman lainnya yang sah.

2. PERTUMBUHAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN KONTROVERSI IMPLIKASI KUVA U TERBALIK DARI KUZNET KURVA LORENZ, KOEFISIEN GINI KEMISKINAN RELATIF DAN ABSOLUT

A. PERTUMBUHAN EKONOMI
1. Definisi Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Boediono : Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita yang terus-menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang. Pertumbuhan ekonomi dalam bahasa inggris diistilahkan dengan economic growth mengandung pengertian proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang atau perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang terjadi Dari tahun ke tahun. Model pembangunan yang dilakukan Indonesia pada masa awal orde baru diprioritaskan pada pertumbuhan ekonomi. Tujuannya adalah untuk mengatrol kondisi ekonomi yang sedang jatuh pada masa itu. Cara yang paling cepat adalah dengan cara konglomerasi yaitu mendorong peningkatan investasi dan pembangunan dengan padat modal. Sedangkan prioritas kedua adalah pada stabilisasi, karena tanpa adanya stabilisasi maka pembangunan tidak akan berlangsung dengan baik. Itulah sebabnya mengapa pemerintah Indonesia pada masa itu menetapkan stabilisasi sebagai salah prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan. Sedangkan pemerataan pembangunan dan hasil – hasilnya justru menjadi prioritas ketiga.

2. Ciri-Ciri Terjadinya Pertumbuhan Ekonomi
a. Kenaikan penawaran tenaga kerja
Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama. Penurunan produktivitas itu disebut hasil (per unit masukan) yang menurun (diminshing returns). Hasil (per unit masukan) yang berkurang dapat terjadi jika stok modal suatu bangsa bertumbuh lebih lamban dari angkatan kerjanya.
b. Kenaikan modal fisik
Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. Adalah mudah untuk melihat bagaimana modal menyediakan jasa secara langsung.
c. Kenaikan modal SDM
Perusahaan dapat melakukan investasi dalam modal SDM melalui pelatihan d tempat kerja (on the job training). Pemerintah melakukan investasi dalam modal SDM dengan melakukan program-program untuk menyediakan kesehatan dan memberikan pelatihan kerja dan pendidikan sekolah.
d. Kenaikan produktivitas
Pertumbuhan yang tidak dapat dijelaskan oleh kenaikan kuantitas masukan dapat dijelaskan hanya dengan kenaikan produktivitas masukan tersebut – setiap unit masukan tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor temasuk perubahan teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi.

3. Ukuran Pertumbuhan Ekonomi
Apakah yang menjadi alat yang bisa digunakan untuk mengetahui adanya pertumbuhan ekonomi suatu negara? Menurut M. Suparko dan Maria R. Suparko ada beberapa macam alat yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu :
a. Produk Domestik Bruto PDB adalah jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam harga pasar. Kelemahan PDB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi adalah sifatnya yang global dan tidak mencerminkan kesejahteraan penduduk.
b. PDB per Kapita atau Pendapatan Perkapita PDB per kapita merupakan ukuran yang lebih tepat karean telah memperhitungkan jumlah penduduk. Jadi ukuran pendapatn perkapita dapat diketahui dengan membagi PDB dengan jumlah penduduk.
c. Pendapatan Per jam Kerja Suatu negara dapat dikatakan lebih maju dibandingkan negara lain bila mempunyai tingkat pendapatan atau upah per jam kerja yang lebih tinggi daripada upah per jam kerja di negara lain untuk jenis pekerjaan yang sama.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
1. Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2. Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4. Faktor Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5. Sumber Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas. Dua hal esensial harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah, pertama sumber-sumber yang harus digunakan secara lebih efisien. Ini berarti tak boleh ada sumber-sumber menganggur dan alokasi penggunaannya kurang efisien. Yang kedua, penawaran atau jumlah sumber-sumber atau elemen-elemen pertumbuhan tersebut haruslah diusahakan pertambahannya.

Elemen-elemen yang memacu pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Sumber-sumber Alam Elemen ini meliputi luasnya tanah, sumber mineral dan tambang, iklim, dan lain-lain. Beberapa negara sedang berkembang sangat miskin akan sumber-sumber alam, sedikitnya sumber-sumber alam yang dimiliki meruoakan kendala cukup serius. Dibandingkan dengan sedikitnya kuantitas serta rendahnya persediaan kapital dan sumber tenaga manusia maka kendala sumber alam lebih serius.
2. Sumber-sumber Tenaga Kerja Masalah di bidang sumber daya manusia yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkambang pada umumnya adalah terlalu banyaknya jumlah penduduk, pendayagunaannya rendah, dan kualitas sumber-sumber daya tenaga kerja sangat rendah.
3. Kualitas Tenaga Kerja Kualitas tenaga kerja yang rendah negara-negara sedang berkembang tak mampu mengadakan investasi yang memadai untuk menaikkan kualitas sumber daya manusia berupa pengeluaran untuk memelihara kesehatan masyarakat serta untuk pendidikan dan latihan kerja.
4. Akumulasi Kapital Untuk mengadakan akumulasi kapital diperlukan pengorbanan atau penyisihan konsumsi sekarang selama beberapa decade. Di negara sedang berkembang, tingkat pendapatan rendah pada tingkat batas hidup mengakibatkan usaha menyisihkan tabungan sukar dilakukan. Akumulasi kapital tidak hanya berupa truk, pabrik baja, plastik dan sebagainya; tetapi juga meliputi proyek-proyek infrastruktur yang merupakan prasyarat bagi industrialisasi dan pengembangan serta pemasaran produk-produk sektor pertanian. Akumulasi kapital sering kali dipandang sebagai elemen terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Usaha-usaha untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan memusatkan pada akumulasi kapital. Hal ini karena, pertama, hampir semua negara-negara berkembang mengalami kelangkaan barang-barang kapital berupa mesi-mesin dan peralatan produksi, bangunan pabrik, fasilitas umum dan lain-lain. Kedua, penambahan dan perbaikan kualitas barang-barang modal sangat penting karena keterbatasan tersedianya tanah yang bisa ditanami .

B. DISTRIBUSI PENDAPATAN
1. Definisi Distribusi Pendapatan
Pada umumnya ada 3 macam indikator distribusi pendapatan yang sering digunakan dalam penelitian. Pertama, indikator distribusi pendapatan perorangan. Kedua, kurva Lorenz. Ketiga, koefisien gini. Masing-masing indikator tersebut mempunyai relasi satu sama lainnya. Semakin jauh kurva Lorenz dari garis diagonal maka semakin besar ketimpangan distribusi pendapatannya. Begitu juga sebaliknya, semakin berimpit kurva Lorenz dengan garis diagonal, semakin merata distribusi pendapatan. Sedangkan untuk koefisien gini, semakin kecil nilainya, menunjukkan distribusi yang lebih merata. Demikian juga sebaliknya. Kuznets (1995) dalam penelitiannya di negara-negara maju berpendapat bahwa pada tahap-tahap pertumbuhan awal, distribusi pendapatan cenderung memburuk, namun pada tahap-tahap berikutnya hal itu akan membaik. Penelitian inilah yang kemudian dikenal secara luas sebagai konsep kurva Kuznets U terbalik. Sementara itu menurut Oshima (1992) bahwa negara-negara Asia nampaknya mengikuti kurva Kuznets dalam kesejahteraan pendapatan. Ardani (1992) mengemukakan bahwa kesenjangan/ketimpangan antar daerah merupakan konsekuensi logis pembangunan dan merupakan suatu tahap perubahan dalam pembangunan itu sendiri.

2. Distribusi Ukuran
Distribusi ukuran adalah besar atau kecilnya pendapatan yang diterima masing-masing orang. Distribusi pendapatan perseorangan (personal distribution of income) atau distribusi ukuran pendapatan (size distribution of income) merupakan indikator yang paling sering digunakan oleh para ekonom. Ukuran ini secara langsung menghitung jumlah penghasilan yang diterima oleh setiap individu atau rumah tangga. Yang diperhatikan di sini adalah seberapa banyak pendapatan yang diterima seseorang, tidak peduli dari mana sumbernya, entah itu bunga simpanan atau tabungan, laba usaha, utang, hadiah ataupun warisan. Berdasarkan pendapatan tersebut, lalu dikelompokkan menjadi lima kelompok, biasa disebut kuintil (quintiles) atau sepuluh kelompok yang disebut desil (decile) sesuai dengan tingkat pendapatan mereka, kemudian menetapkan proporsi yang diterima oleh masing-masing kelompok. Selanjutnya dihitung berapa % dari pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing kelompok, dan bertolak dari perhitungan ini mereka langsung memperkirakan tingkat pemerataan atau tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di masyarakat atau negara yang bersangkutan.

3. Kurva Lorenz
Sumbu horizontal menyatakan jumlah penerimaan pendapatan dalam persentase kumulatif. Misalnya, pada titik 20 kita mendapati populasi atau kelompok terendah (penduduk yang paling miskin) yang jumlahnya meliputi 20 persen dari jumlah total penduduk. Pada titik 60 terdapat 60 persen kelompok bawah, demikian seterusnya sampai pada sumbu yang paling ujung yang meliputi 100 persen atau seluruh populasi atau jumlah penduduk. Sumbu vertikal menyatakan bagian dari total pendapatan yang diterima oleh masing-masing persentase jumlah (kelompok) penduduk tersebut. Sumbu tersebut juga berakhir pada titik 100 persen, sehingga kedua sumbu (vertikal dan horisontal) sama panjangnya. GAMBAR KURVA LORENZ Setiap titik yang terdapat pada garis diagonal melambangkan persentase jumlah penerimanya (persentase penduduk yang menerima pendapatan itu terdapat total penduduk atau populasi). Sebagai contoh, titik tengah garis diagonal melambangkan 50 persen pendapatan yang tepat didistribusikan untuk 50 persen dari jumlah penduduk. Titik yang terletak pada posisi tiga perempat garis diagonal melambangkan 75 persen pendapatan nasional yang didistribusikan kepada 75 persen dari jumlah penduduk. Garis diagonal merupakan garis "pemerataan sempurna" (perfect equality) dalam distribusi ukuran pendapatan. Persentase pendapatan yang ditunjukkan oleh titik-titik di sepanjang garis diagonal tersebut persis sama dengan persentase penduduk penerimanya terhadap total penduduk. Kurva Lorenz memperlihatkan hubungan kuantitatif actual antara persentase jumlah penduduk penerima pendapatan tertentu dari total penduduk dengan persentase pendapatan yang benar-benar mereka peroleh dari total pendapatan selama, misalnya, satu tahun. Sumbu horisontal dan sumbu vertikal dibagi menjadi sepuluh bagian yang sama; sumbu vertikal mewakili kelompok atau kategori (jumlah-jumlah) pendapatan, sedangkan sumbu yang horisontal melambangkan kelompok-kelompok penduduk atau rumah tangga yang menerima masing-masing dari kesepuluh kelompok pendapatan tersebut. Titik A menunjukkan bahwa 10 persen kelompok terbawah (termiskin) dari total penduduk hanya menerima 1,8 persen total pendapatan (pendapatan nasional). Titik B menunjukkan bahwa 20 persen kelompok terbawah yang hanya menerima 5 persen dari total pendapatan, demikian seterusnya bagi masing-masing 8 kelompok lainnya. Perhatikanlah bahwa titik tengah, menunjukkan 50 persen penduduk hanya menerima 19,8 persen dari total pendapatan.

4. Koefisien Gini dan Ukuran Ketimpangan
Agregat Koefisien gini adalah ukuran statistik pertebaran paling menonjol digunakan sebagai ukurab ketidaserataan distribusi pendapatan atau ketidakmerataan distribusi kekayaan. Hal ini ditetapkan sebagai rasio dengan nilai antara 0 dan 1, koefisien Gini yang rendah menunjukkan lebih sama distribusi pendapatan atau kekayaan, sedangkan koefisien Gini yang tinggi menunjukkan ketidakmerataan distribusi. 0 berkaitan dengan kesetaraan sempurna (setiap orang memiliki pendapatan yang sama persis) dan 1 berkaitan dengan ketidaksetaraan sempurna (di mana satu orang memiliki semua pendapatan, sementara orang lain memiliki pendapatan nol).
Keuntungan dengan menggunakan indeks gini sebagai ukuran ketidakmerataan adalah :
o Koefisien Gini menunjukkan ukuran ketidaksetaraan melalui sebuah alat analisis rasio, daripada variabel tidak representatif dari sebagian besar masyarakat, seperti pendapatan per kapita atau produk domestik bruto.
o Dapat digunakan untuk membandingkan distribusi pendapatan penduduk di berbagai sektor maupun negara, misalnya koefisien Gini untuk daerah perkotaan yang berbeda dari daerah pedesaan di banyak negara (walaupun di negara Amerika Serikat nilai koefisien gini di wilayah perkotaan dan pedesaan hampir sama). 
o Indeks gini dapat membandingkan lintas daerah atau lintas negara dan mudah diinterpretasikan. PDB statistik sering dikritik karena tidak mewakili perubahan bagi seluruh penduduk. Indeks gina akan menunjukkan seberapa besar pendapatan perkapita ternyata mengalami ketimpangan. Jadi meskipun pendapatan perkapita naik, namun apabila indeks gini masih tinggi artinya kemiskinan bisa jadi masih ada dalam masyarakat
o Koefisien Gini yang dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana distribusi pendapatan telah berubah dalam suatu negara selama periode waktu tertentu, sehingga sangat mungkin untuk melihat apakah ketidakmerataan meningkat atau menurun.



 

KG = Angka Koefisien Gini
X = Proporsi jumlah rumah tangga kumulatif dalam kelas i
fi = Proporsi jumlah rumah tangga dalam kelas i
Yi = Proporsi jumlah pendapatan rumah tangga kumulatif kelas i

Pengukuran tingkat ketimpangan atau ketidakmerataan pendapatan yang relatif sangat sederhana pada suatu negara dapat diperoleh dengan menghitung rasio bidang yang terletak antara garis diagonal dan kurva Lorenz dibagi dengan luas separuh bidang di mana kurva Lorenz itu berada. Pada Figur 5-6, rasio yang dimaksud adalah rasio atau perbandingan bidang A terhadap total segitiga BCD. Rasio inilah yang dikenal sebagai rasio konsentrasi Gini (Gini concentration ratio) yang seringkali disingkat dengan istilah koefisien Gini (Gini coefficient). Koefisien Gini adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan (pendapatan/ kesejahteraan) agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu (ketimpangan yang sempurna). Angka ketimpangan untuk negara-negara yang ketimpangan pendapatan di kalangan penduduknya dikenal tajam berkisar antara 0,50 hingga 0,70. Untuk negara-negara yang distribusi pendapatannya dikenal relatif paling baik (paling merata), berkisar antara 0,20 sampai 0,35. 5.

Hipotesis Kuznets
Data data ekonomi periode 1970 – 1980, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan terutama di LDS (Less Developing Countries), terutama di negara negara yang mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, seperti Indonesia, menunjukan seakan akan korelasi positif antara laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesenjangan ekonomi. Semakin tinggi pertumbuhan produk domestik bruto, atau semakin tinggi tingkat pendapatan per kapita, maka semakin besar perbedaan antara kaum miskin dan kaum kaya. Bahkan studi yang dilakukan di negara negara Eropa Barat, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak atau justru membuat ketimpangan antara kaum miskin dan kaum kaya semakin melebar. Jantti (1997) dalam Tulus Tambunan (2003) mengemukakan bahwa fenomena tersebut timbul karena adanya perubahan suplly of labor (masuknya buruh murah dari Turki, atau negara Eropa Timur kedalam pasar buruh di Eropa Barat). Berdasarkan fakta tersebut, muncul pertanyaan: mengapa terjadi trade-off antara pertumbuhan dan kesenjangan ekonomi dan untuk berapa lama? Kerangka pemikiran ini yang melandasi Hipotesis Kuznets. Yaitu, dalam jangka pendek ada korelasi positip antara pertumbuhan pendapatan perkapita dengan kesenjangan pendapatan. Namun dalam jangka panjang hubungan keduanya menjadi korelasi yang negatif. Artinya, dalam jangka pendek meningkatnya pendapatan akan diikuti dengan meningkatnya kesenjangan pendapatan, namun dalam jangka panjang peningkatan pendapatan akan diikuti dengan penurunan kesenjangan pendapatan. Fenomena ini dikenal dengan nama “Kurva U terbalik dari Hipotesis Kuznets”. Namun, hipotesis Kuznets ini mulai dipertanyakan. Beberapa studi yang mengambil data time series membuktikan bahwa dalam beberapa negara yang masih bertumpu pada sektor pertanian (rural economy) menunjukan hubungan negatif. Ini berarti bertolak belakang dari hipotesis Kuznets. Pemahaman atas variabel-variable tersebut akan membuktikan bahwa negara pertanian tidak identik dengan kemiskinan atau mungkin lebih tepatnya adalah kesejahteraan pun bisa meningkat di negara-negara yang berbasis pertanian. Procovitch pernah menyampaikan beberapa dugaannya tentang sebab-sebab terjadinya kepincangan pembagian pendapatan yakni pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk, perkembangan kota desa, dan sistem pemerintahan yang bersifat plutokratis. Beberapa aspek yang telah diduga oleh Procovits pada tahun 1955 dikembangkan oleh Kuznets, yang sampai dewasa ini masih dikenal dengan hipotesa Kuznets, yang menimbulkan kontroversi di kalangan peneliti distribusi pendapatan di berbagai negara. Hipotesa ini menyatakan bahwa hubungan tingkat pertumbuhan ekonomi dengan tingkat kepincangan pembagian pendapatan pada tahap ini menjadi negatif. Jadi, tahap pertama pembangunan ekonomi akan mengalami tingkat kepincangan pembagian pendapatan yang semakin memburuk, stabil dan akhirnya menurun. Pola perkembangan ini menurut Kuznets tidak terlepas dari kondisi sosial dan ekonomi suatu masyarakat. Penyebabnya adalah terjadinya konsentrasi kekayaan pada kelompok atas, kurang efektifnya pajak yang progresif, dan terjadinya akumulasi pemilikan modal. Chiswick menyatakan bahwa dengan meningkatnya pembangunan ekonomi, kesenjangan pembagian penghasilan masyarakat juga meningkat, karena semakin cepat ekonomi berkembang, maka orang mengharapkan hasil yang semakin tinggi dari pendidikannya; sementara, kesempatan pendidikan sangat terbatas. Tingkat partisipasi penduduk dalam lapangan pekerjaan berkaitan dengan jumlah penduduk muda yang sedang sekolah atau sedang bekerja. Pekerja-pekerja muda yang tingkat pendidikan dan keterampilannya relatif rendah akan memperoleh upah yang rendah pula, dan hal ini akan membuat pembagian pendapatan semakin senjang. Sebaliknya, jika penduduk muda ini masih tetap menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dan keterampilannya, berakibat berkurangnya kelompok penduduk yang berpendapatan rendah sehingga akibat selanjutnya adalah tingkat kesenjangan distribusi pendapatan pun akan menurun.

6. Ketimpangan Distribusi Pendapatan di Indonesia Masalah ketimpangan dalam distribusi pendapatan dapat ditinjau dari tiga segi, yaitu :
a. Distribusi Pendapatan Antar Golongan
Pendapatan Jika dilihat dari hasil penelitian SUSENAS dengan menggunakan koefisien Gini, maka akan terlihat bahwa distribusi pendapatan di daerah perkotaan di Jawa lebih buruk daripada daerah di luar Jawa, begitu pula dengan daerah pedesaannya daerah Jawa memiliki tingkat kesenjangan distribusi pendapatan yang rendah bila dibandingkan dengan daerah di luar Jawa.
b. Distribusi Pendapatan Antara Daerah Perkotaan dan Pedesaan
Menurut Gupta dari World Bank, pola pembangunan Indonesia memperlihatkan suatu urban bias, yaitu pembangunan yang berorientasi ke daerah perkotaan, dengan tekanan yang berat pada sektor industri yang terorganisir, yang merupakan sebab terjadinya ketimpangan distribusi pendapatan yang lebih parah lagi di kemudian hari. Menurut Micahel Lipton, seorang ekonom Inggris, urban bias seringkali terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia di mana alokasi sumber-sumber daya lebih banyak diprioritaskan di daerah perkotaan daripada pertimbangan pemerataan atau efisiensi. Kembali kita perhatikan penjelasan teori ekonomi yang dualistik tentang terjadi kesenjangan pembagian pendapatan di negara-negara sedang berkembang, maka pertama-tama relavansinya terlihat dalam pola kesenjangan yang berbeda antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Oshima menjelaskan keadaan ini (kesenjangan di desa lebih tinggi dari pada di kota), sebagai hal yang unik. Dia meramalkan kesenjangan tersebut akan lebih lebar jika proses pembangunan pedesaan masih akan berlanjut.
c. Distribusi Pendapatan Antar Daerah
Ketimpangan dalam perkembangan ekonomi antar berbagai daerah di Indonesia serta penyebaran sumber daya alam yang tidak merata menjadi penyebab tidak meratanya distribusi pendapatan antar daerah di Indonesia khususnya.

Ketimpangan yang besar dalam distribusi pendapatan atau kesenjangan ekonomi dan tingkat kemiskinan merupakan dua masalah besar di banyak negara berkembang, tak terkecuali di Indonesia. Berawal dari distribusi pendapatan yang tidak merata yang kemudian memicu terjadinya ketimpangan pendapatan sebagai dampak dari kemiskinan. Hal ini akan menjadi sangat serius apabila kedua masalah tersebut berlarut-larut dan dibiarkan semakin parah, pada akhirnya akan menimbulkan konsekuensi politik dan sosial yang dampaknya cukup negatif. Negara Indonesia secara geografis dan klimatalogis merupakan negara yang mempunyai potensi ekonomi yang sangat tinggi. Dengan garis pantai yang terluas di dunia, iklim yang memungkinkan untuk pendayagunaan lahan sepanjang tahun, hutan dan kandungan bumi Indonesia yang sangat kaya, merupakan bahan (ingredient) yang utama untuk membuat negara menjadi negara yang kaya. Suatu perencanaan yang bagus yang mampu memanfaatkan semua bahan baku tersebut secara optimal, akan mampu mengantarkan negara Indonesia menjadi negara yang makmur Indikator yang sering digunakan untuk mengetahui kesenjangan distribusi pendapatan adalah rasio gini dan criteria Bank Dunia (BPS, 1994). Nilai rasio gini (gini ratio) berkisar antara nol dan satu. Bila rasio gini sama dengan nol berarti distribusi pendapatan amat merata sekali karena setiap golongan penduduk menerima bagian pendapatan yang sama. Secara grafis, ini ditunjukkan oleh berimpitnya kurva lorens dengan garis kemerataan sempurna. Namun, bila rasio gini sama dengan satu menunjukan bahwa terjadi ketimpangan distribusi pendapatan yang sempurna karena seluruh pendapatan hanya dinikmati oleh satu orang saja. Singkatnya, semakin tinggi nilai rasio gini maka semakin timpang distribusi pendapatan suatu negara. Sebaliknya, semakin rendah nilai rasio gini berarti semakin merata distribusi pendapatan. Kriteria Bank Dunia mendasarkan penilaian distribusi pendapatan atas pendapatan yang diterima oleh 40% penduduk berpendapatan terendah.
Kesenjangan distribusi pendapatan dikategorikan:
1. Tinggi, bila 40% penduduk berpenghasilan terendah menerima kurang dari 12% bagian pendapatan.
2. Sedang, bila 40% penduduk berpenghasilan terendah menerima 12 hingga 17% bagian pendapatan
3. Rendah, bila 40%, penduduk berpenghasilan terendah menerima lebih dari 17% bagian pendapatan.

7. Kemiskinan Absolut dan Kemiskinan Relatif
1. Kemiskinan absolut (melihat jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan).
2. Kemiskinan relatif (hubungan populasi terhadap distribusi pendapatan).
Beban Kemiskinan Global Terjadi pada negara yang memiliki populasi yang besar pada kelompok-kelompok tertentu (kaum wanita), Anak –anak (sisi pendidikan dan kesehatan). Beban tersebut dapat dilihat dari extreme poverty line dan poverty line.

Perbedaan Kemiskinan dengan Ketimpangan Pendapatan.
- Kemiskinan berkaitan dengan standar hidup yang absolut.
- Sedangkan Ketimpangan pada standar hidup relatif dari seluruh masyarakat.

Kategori ketimpangan ditentukan dengan menggunakan kriteria seperti berikut:
• ketimpangan pendapatan tinggi
• ketimpangan pendapatan sedang
• ketimpangan pendapatan rendah
Ketimpangan makro-ekonomi berdampak pada hampir seluruh sektor ekonomi nasional yang melahirkan kemiskinan struktural rakyat pribumi, akibat terbatasnya akses di sektor ekonomi dan keuangan. Andaikan pendapatan nasional terbagi merata dan berkeadilan, seorang pejabat setidaknya bisa memperoleh gaji (penghasilan sah) yang mencukupi, sehingga bisa menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu melayani dan melindungi masyarakat. Tapi, sebagian besar pendapatan nasional (GNP) masuk ke kantong konglomerat, sedangkan negara hanya mendapat porsi kecil GNP, sehingga negara tidak mampu menggaji pegawainya secara pantas, sehingga pada kenyataannya penghasilan resmi Lurah kita jauh di bawah rata-rata GNP. Akibat ketimbangan distribusi pendapatan nasional, maka pada umumnya pejabat negara berpenghasilan di bawah rata-rata pendapatan nasional.

KEPUSTAKAAN
Mark Skousen.2006. Teori-Teori Ekonomi Modern. Jakarta: Prenada Media
Sadono Sukirno.2006.Mikro Ekonomi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sadono Sukirno.2006.Makro Ekonomi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

INDONESIA TAHUN 1995-2005

Categorized | Contoh Pendahuluan, Dasar-Dasar KTI

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN DAN PEMERATAAN DALAM KEBIJAKAN DESENTRALISASI DI INDONESIA TAHUN 1995-2005

Pendahuluan
Hubungan antara pertumbuhan dan kemerataan distribusi pendapatan nasional telah banyak dibahas pada literatur-literatur ekonomi. Diantaranya, penelitian tentang  hubungan antara pertumbuhan dan kemerataan distribusi pendapatan nasional yang dipengaruhi penerapan kebijakan desentralisasi fiskal, apakah penerapan kebijakan desentralisasi fiskal mendorong pertumbuhan atau justru menghambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah
a. untuk mengkaji secara empiris apakah kebijakan desentralisasi fiskal memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi
b. untuk mengkaji secara empiris apakah kebijakan desentralisasi fiskal memiliki pengaruh terhadap pemerataan distribusi pendapatan
c. untuk mengkaji secara empiris bentuk hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan distribusi pendapatan
Berdasarkan jurnal berjudul Growth and Equity Trade-off in Decentralization Policy: China’s Experience oleh Baoyun Qiao, Jorge Martinez-Vasquez dan Yongsheng Xu dari Department of Economics, Andrew Young School of Policy Studies di Georgia State University yang berisi tentang pengalaman China terhadap pertentangan potensial antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan regional dalam desain kebijakan desentralisasi fiskal. Mereka membangun model teori desentralisasi fiskal yang dites dengan data panel pada tahun 1985-1998. Sehingga diketemukan bahwa kebijakan desentralisasi fiskal di China meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi hubungan ini non-linier. Desentralisasi juga mengarah kepada peningkatan yang signifikan terhadap ketimpangan regional. Dalam penelitian tersebut dinyatakan, kebijakan desentralisasi fiskal disatu sisi dipercaya dapat memacu pertumbuhan ekonomi, sementara disisi lain kebijakan desentralisasi fiskal dipandang tidak bisa mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi. Pandangan ini muncul karena kebijakan desentralisasi fiskal memungkinkan adanya penumpukan kekayaan bagi daerah pemilik sumber daya alam (SDA) yang besar. Sehingga kesejahteraan sosial yang ingin dicapai oleh negara dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam pengeluaran fiskal. Desentralisasi fiskal terjadi apabila pengeluaran fiskal pemerintah pusat mengalami penurunan terhadap total pengeluaran pemerintah karena pemerintah daerah mulai dapat mengambil alih pembiayaan terhadp pengeluaran pembangunan. Hasil penelitian tersebut menyatakan adanya trade-off antara pertumbuhan dan pemerataan sehingga kebijakan desentralisasi fiskal dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengorbakan ketimpangan antar daerah.
Sedangkan dalam The Injustice of Inequality oleh Edward Glaeser, Jose Scheinkman dan Andrei Shleifer (2002) menyimpulkan bahwa ketimpangan sosial dapat memperburuk pertumbuhan ekonomi bagi negara yang tidak menerapkan kebijakan desentralisasi fiskal dengan baik (poor rule of law). Sebaliknya, bagi negara yang memiliki aturan desentralisasi yang baik (good rule of law), ketimpangan distribusi pendapatan tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Martinez-Vasquez dan McNab (2001) menyatakan bahwa sampai sekarang belum ada teori yang secara baku dapat menyatakan pengaruh kebijakan desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara teoritis desentralisasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat, namun berdasarkan hasil penelitian empiris yang pernah dilakukan bentuk hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan pelaksanaan desentralisasi fiskal tidak dapat dirumuskan secara pasti. Bahkan, terdapat pula kemungkinan terjadinya trade-off antara pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan pendapatan antar daerah.
Allen (1990) didalam Kuncoro (2004) menyatakan bahwa tumbuhnya perhatian terhadap desentralisasi tidak hanya dikaitkan dengan gagalnya sistem perencanaan yang terpusat dan populernya strategi pertumbuhan dengan pemerataan (growth with equity), tetapi juga adanya kesadaran bahwa pembangunan adalah suatu proses yang kompleks dan penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, proses pembangunan tidak dapat dengan mudah dikendalikan dan direncanakan dari pusat. Para pelopor desentralisasi kemudian mengajukan sederet panjang alasan dan argumen tentang pentingnya desentralisasi dalam perencanaan dan administrasi di negara-negara dunia ketiga. Berikut ini adalah tabel perbandingan konsep-konsep tentang desentralisasi yang terdapat dalam UU no.5/1974 dan UU no.22/1999.


Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Diantara para pengeritik pola pembangunan ekonomi yang telah ditempuh oleh kebanyakan negara berkembang,termasuk Indonesia, terdapat banyak orang yang beranggapan bahwa pertumbuhanekonomi yang pesat selalu dibarengi kenaikan dalam ketimpangan pembagian pendapatan atau ketimpangan relatif. Dengan perkataan lain, para pengeritik ini,termasuk banyak ekonom, beranggapan bahwa antara pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pembagian pendapatan terdapat suatu Trade-Off, yang membawa implikasi bahwa pemerataan dalam pembagian pendapatan hanya dapat dicapai jika laju pertumbuhan ekonomi diturunkan. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi selalu akan disertai kemerosotan dalam pembagian pendapatan atau kenaikandalam ketimpangan relatif. Sebenarnya Kondisi ini semakin diperparah dengan angka populasi yang tinggi yang tidak dibarengi dengan distribusi pendapatan yangmenyeluruh, hal ini terjadi karena pembangunan di Indonesia tidak merata sehinggalapangan pekerjaan yang seharusnya ada untuk memenuhi jumlah penduduk Indonesia tidak seimbang. Berikut ini adalah negara dengan populasi tertinggi didunia menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).



TIPS KESEHATAN

BERBAGI TIPS KESEHATAN

sehat itu baik,kesehatan lebih berharga dari segalanya

Makanan Yang Baik Untuk Kesehatan


Kita semua tahu bahwa wortel dan tomat kaya akan vitamin, mineral dan juga zat antioksidan. Tetapi bagaimana dengan peterseli dan lobak? Jangan buru-buru menyepelekannya karena itu sangat baik bagi kesehatan

Makanan yang biasanya hanya berfungsi sebagai penghias seperti Peterseli (Parsley), mengandung 156 persen kebutuhan harian Vitamin K. Seperti yang dikutip dari Huffingtonpost, simak manfaat dari makanan dan minuman lain yang mungkin akan mengejutkan Anda.

1. Jamur
Jamur mungkin tidak memiliki reputasi kaya akan nutrisi seperti halnya sayuran berwarna cerah lainnya, namun jamur juga tak kalah bermanfaat. Meskipun jamur hanya memiliki sedikit kalori (hanya 20 kalori per cup, atau sekitar 5 buah jamur), namun rasanya yang seperti daging membuat jamur cukup memuaskan sebagai menu pengganti daging. Jamur juga merupakan salah satu dari sedikit makanan yang mengandung vitamin D. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa jamur kancing putih mengandung phytochemical yang dapat membantu mencegah kanker payudara.

2. Es Teh
Meminum es teh tidak hanya menyegarkan tapi juga baik untuk tubuh Anda (selama Anda meminumnya tanpa atau dengan sedikit gula). Studi menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi teh secara rutin, Anda dapat mengurangi risiko terserang alzheimer, diabetes, memiliki gigi kuat serta gusi sehat. Hal ini karena teh kaya akan antioksidan yang disebut flavonoid. Jika Anda ingin mendinginkan teh dalam kulkas, tambahkan sedikit perasan lemon. Asam sitrat dan vitamin C dalam sari lemon atau jeruk nipis, akan menjaga kandungan flavonoid dalam teh.

3. Peterseli
Sebelum Anda menganggap bahwa peterseli hanya merupakan bagian dari dekorasi makanan di piring Anda, pertimbangkan fakta berikut. Dua sendok makan peterseli mengandung 156 persen nilai harian Vitamin K yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang, 17 persen nilai harian Vitamin C, dan 13 persen nilai harian Vitamin A dan semua hanya dalam 3 kalori.

4. Whey
Jika Anda memperhatikan ada lapisan tipis di bagian atas youghurt, jangan dibuang. Cairan tersebut adalah whey – protein alami dalam susu. Seperti yang dilaporkan Karen Ansel, M.S., R.D., dalam majalah Eating Well, whey juga merupakan komponen dalam susu yang dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan dan meningkatkan pembakaran kalori otot.

5. Batang Seledri
Seledri memberikan kandungan dosis besar Vitamin K dan mengandung luteolin-zat flavonoid yang dipercaya dapat mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan penurunan kognitif. Dalam sebuah studi bulan Oktober 2010 yang dikeluarkan The Journal of Nutrition, tikus yang diberi makanan yang mengandung luteolin memiliki ingatan spasial yang lebih baik (misal, seberapa cepat mereka menemukan sebuah platform dalam labirin air) dan kurang peradangan dari tikus yang tidak mendapatkan luteolin, jelas Cheryl Forberg, R.D. dalam majalah Eating Well.

6. Lobak
Lobak kaya akan nitrat alami yang bermanfaat - tidak seperti nitrat buatan yang tidak sehat dan banyak ditemukan pada daging olahan. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Nitric Oxide bulan Januari 2011, orang dewasa yang mengkonsumsi makanan yang kaya akan nitrat memiliki aliran darah yang lancar pada lobus frontal otak mereka – sebuah area yang sering dikaitkan dengan demensia (pikun). Aliran darah yang buruk memberikan kontribusi terhadap penurunan kognitif yang berhubungan dengan usia. Bonus lain dari konsumsi lobak? Satu buah lobak hanya memiliki 1 kalori.


ini ane bagi-bagiiin situs download sofware untuk NB,LAPTOP atau PC kalian selamat mencoba gan :D

Brothersoft
link : http://www.brothersoft.com/

Dunia Download
link : http://duniadownload.com/software.html

Download.web.id
link : http://www.Download.web.id/

CNET Download.com
link : http://download.cnet.com/

Free Downloads Center
link : http://www.freedownloadscenter.com/

Soft32.com
link : http://www.soft32.com/

FileHippo.com
link : http://www.filehippo.com/

FreewareFiles.com
link : http://www.freewarefiles.com/

d60pc.info
link : http://www.d60pc.info/

Download3000.com
link : http://www.download3000.com/

Freeware Download List
link : http://www.freewarezoom.com/

Downloadatoz.com
link : http://www.downloadatoz.com/

Best Free Download
link : http://www.bestfreewaredownload.com/

Esoft.web.id
link : http://www.esoft.web.id/

Dailyfreeware.net
link : http://dailyfreeware.net/

Dailyfreeware.net
link : http://www.dailyfreeware.net

Situs edit foto

Bagi Kamu-kamu yang suka foto-foto dan edit-edit foto nih aku bagi-bagi kekalian

Picartia , Situs ini untuk membuat foto-foto menjadi sebuah gambar Mozaik yaitu membuat gambar dari potongan-potongan kecil kaca berwarna, batu dan material lainnya.( http://beta.picartia.com/ )
Hairmixer , Situs ini untuk mengganti-ganti model rambut selebriti yang ngetrend. Siapa tau anda ingin meniru model rambut selebriti favorit, nah sebelum ke salon tidak ada salahnya mencoba dulu pada situs ini.( http://makeovr.com/hairmixer/ )
Write On It , Situs ini untuk membuat tulisan-tulisan sesuai keinginan anda pada foto-foto template yang sudah tersedia. Mirip Photofunia.com atau Macmypic.com.( http://celebrity.myheritage.com/face-recognition )
Heritage Situs ini untuk mencari kemiripan foto anda dengan selebriti-selebriti, apalagi kalau banyak teman-teman yang mengatakan bahwa anda mirip dengan seleb ini, coba saja apakah benar banyak kemiripan ?
Festisite Situs ini untuk menampilkan foto anda pada uang kertas, tersedia banyak template uang dari berbagai negara.( http://www.festisite.com/money/ )
Wanted Poster Situs ini untuk membuat Poster Wanted dengan gaya klasik western. Setelah masuk ke situs tersebut, klik Wanted Poster. Selain poster wanted, situs ini juga menyediakan tiga efek lain yang dapat digunakan.
Magnigraph Situs ini hanya untuk membuat foto-foto anda menjadi berwarna hitam putih. Tidak ada salahnya untuk dicoba, kadang foto-foto warna hitam putih justru akan terlihat lebih indah bukan ?
Buat Bayi Situs ini dapat mengira-ngira wajah bayi yang akan dihasilkan dari dua buah foto yang anda upload, ya coba saja upload foto anda dan pacar anda, kira-kira beginilah wajah bayi anda menurut komputer atau situs ini.
Fun Photo Box Situs ini mrip dengan Photo Funia dengan template yang berbeda.
Photo505 Situs ini mrip dengan Photo Funia dengan template yang berbeda.
Loonapix Situs ini mrip dengan Photo Funia, Face In Hole dengan template yang berbeda.
Montagraph Situs ini mrip dengan Face In Hole dengan template yang cukup menarik..
Pizap Situs ini untuk menambah teks yang kita inginkan pada foto-foto yang anda upload, cabain aja deh…. :)
Imagechef Situs ini juga untuk manipulasi foto-foto, tersedia berbagai template yang cukup unik.
Funny Photo He…he…coba sendiri ya, capek ….
Blingee Yang ini juga coba saja sendiri, pokoknya make bling…bling deh
Fake Magazine Cover Sama…yang ini juga belum dicoba, kayaknya hampir sama dengan beberapa situs untuk buat cover majalah
Selamat Mencoba dan Ber-Narsis ria…

PUTERI IMPIAN



PUTERI IMPIAN

Sore sore dunia disana tersenyum
Menyapa sang puteri impian nan cantik
Yang sedang duduk termenung
Entah apa yang telah terjadi
Katanya, “Mama tolonglah anakmu”
Yang lagi jatuh… jatuh cinta
Terasa semua bergetar

Sore sore disana ada pelangi
Seakan merayu memberi harapan
Dengan warnanya yang ramah
Untuk sang puteri yang tersayang
Tak mau lagi kehilangan cinta
Apapun nanti yang terjadi
Sang puteri tak mau merana

Puteri impian dulu masih malu-malu
Puteri impian dulu anak manja
Dia bertanya sana dan bertanya sini
Bertanya dimanakah ada cinta

Puteri impian dulu masih malu-malu
Puteri impian dulu anak manja
Sekarang sudah tahu yang namanya cinta
Akhirnya jumpa sang kekasih
Dan saling cinta..

Makassar Kotaku

Inilah kota kelahiran saya,kota saya menuntut ilmu,kota saya yang menyimpan kenangan-kenangan saya



Sejarah Kota Makassar
Selasa, 31 Maret 2009 19:19
Awal Kota dan bandar makassar berada di muara sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV. Sumber-sumber Portugis memberitakan, bahwa bandar Tallo itu awalnya berada dibawah Kerajaan Siang di sekitar Pangkajene, akan tetapi pada pertengahan abad XVI, Tallo bersatu dengan sebuah kerajaan kecil lainnya yang bernama Gowa, dan mulai melepaskan diri dari kerajaan Siang, yang bahkan menyerang dan menaklukan kerajaan-kerajaan sekitarnya. Akibat semakin intensifnya kegiatan pertanian di hulu sungai Tallo, mengakibatkan pendangkalan sungai Tallo, sehingga bandarnya dipindahkan ke muara sungai Jeneberang, disinilah terjadi pembangunan kekuasaan kawasan istana oleh para ningrat Gowa-Tallo yang kemudian membangun pertahanan benteng Somba Opu, yang untuk selanjutnya seratus tahun kemudian menjadi wilayah inti Kota Makassar.
   
Pada masa pemerintahan Raja Gowa XVI ini didirikan pula Benteng Rotterdam di bagian utara, Pemerintahan Kerajaan masih dibawah kekuasaan Kerajaan Gowa, pada masa itu terjadi peningkatan aktifitas pada sektor perdagangan lokal, regional dan Internasional, sektor politik serta sektor pembangunan fisik oleh kerajaan. Masa ini merupakan puncak kejayaan Kerajaan Gowa, namun selanjutnya dengan adanya perjanjian Bungaya menghantarkan Kerajaan Gowa pada awal keruntuhan. Komoditi ekspor utama Makassar adalah beras, yang dapat ditukar dengan rempah-rempah di Maluku maupun barang-barang manufaktur asal Timur Tengah, India dan Cina di Nusantara Barat. Dari laporan Saudagar Portugal maupun catatan-catatan lontara setempat, diketahui bahwa peranan penting Saudagar Melayu dalam perdagangannya yang berdasarkan pertukaran surplus pertanian dengan barang-barang impor itu. Dengan menaklukkan kerajaan¬kerajaan kecil disekitarnya, yang pada umumnya berbasis agraris pula, maka Makassar meningkatkan produksi komoditi itu dengan berarti, bahkan, dalam menyerang kerajaan-kerajaan kecil tainnya, para ningrat Makassar bukan hanya menguasai kawasan pertanian lawan-tawannya itu, akan tetapi berusaha pula untuk membujuk dan memaksa para saudagar setempat agar berpindah ke Makassar, sehingga kegiatan perdagangan semakin terkonsentrasi di bandar niaga baru itu.
 
Dalam hanya seabad saja, Makassar menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia yang dihuni lebih 100.000 orang (dan dengan ini termasuk ke-20 kota terbesar dunia Pada zaman itu jumlah penduduk Amsterdam, kota terbesar musuh utamanya, Belanda, baru mencapai sekitar 60.000 orang) yang bersifat kosmopolitan dan multikultural. Perkembangan bandar Makasar yang demikian pesat itu, berkat hubungannya dengan perubahan¬-perubahan pada tatanan perdagangan internasional masa itu. Pusat utama jaringan perdagangan di Malaka, ditaklukkan oleh Portugal pada tahun 1511, demikian di Jawa Utara semakin berkurang mengikuti kekalahan armada lautnya di tangan Portugal dan pengkotak-kotakan dengan kerajaan Mataram. Bahkan ketika Malaka diambil-alih oleh Kompeni Dagang Belanda VOC pada tahun 1641, sekian banyak pedagang Portugis ikut berpindah ke Makassar.
 
Sampai pada pertengahan pertama abad ke-17, Makassar berupaya merentangkan kekuasaannya ke sebagian besar Indonesia Timur dengan menaklukkan Pulau Selayar dan sekitarnya, kerajaan-kerajaan Wolio di Buton, Bima di Sumbawa, Banggai dan Gorontalo di Sulawesi bagian Timur dan Utara serta mengadakan perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Seram dan pulau-pulau lain di Maluku. Secara internasional, sebagai salah satu bagian penting dalam Dunia Islam, Sultan Makassar menjalin hubungan perdagangan dan diplomatik yang erat dengan kerajaan¬-kerajaan Banten dan Aceh di Indonesia Barat, Golconda di India dan Kekaisaran Otoman di Timur Tengah.

Hubungan Makassar dengan Dunia Islam diawali dengan kehadiran Abdul Ma'mur Khatib Tunggal atau Dato' Ri Bandang yang berasal dari Minangkabau Sumatera Barat yang tiba di Tallo (sekarang Makassar) pada bulan September 1605. Beliau mengislamkan Raja Gowa ke-XIV I¬MANGNGARANGI DAENG MANRABIA dengan gelar SULTAN ALAUDDIN (memerintah 1593-1639), dan dengan Mangkubumi I- MALLINGKAANG DAENG
MANYONRI KARAENG KATANGKA yang juga sebagai Raja Tallo. Kedua raja ini, yang mulai memeluk Agama Islam di Sulawesi Selatan. Pada tanggal 9
Nopember 1607, tepatnya hari Jum’at, diadakanlah sembahyang Jum’at pertama di Mesjid Tallo dan dinyatakan secara resmi penduduk Kerajaan Gowa-Tallo tetah memeluk Agama Islam, pada waktu bersamaan pula, diadakan sembahyang Jum’at di Mesjid Mangallekana di Somba Opu. Tanggal inilah yang selanjutnya diperingati sebagai hari jadi kota Makassar sejak tahun 2000, yang sebelumnya hari jadi kota Makassar jatuh pada tanggal 1 April.
 
Para ningrat Makassar dan rakyatnya dengan giat ikut dalam jaringan perdagangan internasional, dan interaksi dengan komunitas kota yang kosmopolitan itu me¬nyebabkan sebuah "creative renaissance" yang menjadikan Bandar Makassar salah satu pusat ilmu pengetahuan terdepan pada zamannya. Koleksi buku dan peta, sesuatu yang pada zaman itu masih langkah di Eropa, yang terkumpul di Makassar, konon merupakan salah satu perpustakaan ilmiah terbesar di dunia, dan para sultan tak segan-segan memesan barang-barang paling mutakhir dari seluruh pelosok bumi, termasuk bola dunia dan teropong terbesar pada waktunya, yang dipesan secara khusus
dari Eropa. Ambisi para pemimpin Kerajaan Gowa-Tallo untuk semakin memper-luas wilayah kekuasaan serta persaingan Bandar Makassar dengan Kompeni Dagang Belanda VOC berakhir dengan perang paling dahsyat dan sengit yang pernah dijalankan Kompeni. Pasukan Bugis, Belanda dan sekutunya dari Ternate, Buton dan Maluku memerlukan tiga tahun operasi militer di seluruh kawasan Indonesia Timur. Baru pada tahun 1669, akhirnya dapat merata-tanahkan kota Makassar dan benteng terbesarnya, Somba Opu.
 
Bagi Sulawesi Selatan, kejatuhan Makassar di tangan federasi itu merupakan sebuah titik balik yang berarti Bandar Niaga Makassar menjadi wilayah kekuasaan VOC, dan beberapa pasal perjanjian perdamaian membatasi dengan ketat kegiatan pelayaran antar-pulau Gowa-Tallo dan sekutunya. Pelabuhan Makassar ditutup bagi pedagang asing, sehingga komunitas saudagar hijrah ke pelabuhan-pelabuhan lain.
Pada beberapa dekade pertama setelah pemusnahan kota dan bandar Makassar, penduduk yang tersisa membangun sebuah pemukiman baru di sebelah utara bekas Benteng Ujung Pandang; benteng pertahanan pinggir utara kota lama itu pada tahun 1673
ditata ulang oleh VOC sebagai pusat pertahanan dan pemerintahan dan diberi nama barunya Fort Rotterdam, dan 'kota baru' yang mulai tumbuh di sekelilingnya itu dinamakan 'Vlaardingen'. Pemukiman itu jauh lebih kecil daripada Kota Raya Makassar yang telah dihancurkan. Pada dekade pertama seusai perang, seluruh kawasan itu dihuni tidak lebih 2.000 jiwa; pada pertengahan abad ke-18 jumlah itu meningkat menjadi sekitar 5.000 orang, setengah di antaranya sebagai budak.
 
Selama dikuasai VOC, Makassar menjadi sebuah kota yang tertupakan. “Jan Kompeni” maupun para penjajah kolonial pada abad ke-19 itu tak mampu menaklukkan jazirah Sulawesi Selatan yang sampai awal abad ke-20 masih terdiri dari selusinan kerajaan kecil yang independen dari pemerintahan asing, bahkan sering harus mempertahankan diri terhadap serangan militer yang ditancurkan kerajaan-kerajaan itu. Maka, 'Kota Kompeni' itu hanya berfungsi sebagai pos pengamanan di jalur utara perdagangan rempah-rempah tanpa hinterland - bentuknya pun bukan 'bentuk kota', tetapi suatu aglomerasi kampung-kampung di pesisir pantai sekeliling Fort Rotterdam.
Pada awalnya, kegiatan perdagangan utama di beras Bandar Dunia ini adalah pemasaran budak serta menyuplai beras kepada kapal¬kapal VOC yang menukarkannya dengan rempah-rempah di Maluku. Pada tahun 30-an di abad ke-18, pelabuhan Makassar dibuka bagi kapal-kapal dagang Cina. Komoditi yang dicari para saudagar Tionghoa di Sulawesi, pada umumnya berupa hasil laut dan hutan seperti teripang, sisik penyu, kulit kerang, sarang burung dan kayu cendana, sehingga tidak dianggap sebagai langganan dan persaingan bagi monopoli jual-beli rempah-rempah dan kain yang didirikan VOC.
 
Sebaliknya, barang dagangan Cina, Terutama porselen dan kain sutera, dijual para saudagarnya dengan harga yang lebih murah di Makassar daripada yang bisa didapat oleh pedagang asing di Negeri Cina sendiri. Adanya pasaran baru itu, mendorong kembali aktivitas maritim penduduk kota dan kawasan Makassar. Terutama penduduk pulau-pulau di kawasan Spermonde mulai menspesialisasikan diri sebagai pencari teripang, komoditi utama yang dicari para pedagang Cina, dengan menjelajahi seluruh Kawasan Timur Nusantara untuk men¬carinya; bahkan, sejak pertengahan abad ke-18 para
nelayan-pelaut Sulawesi secara rutin berlayar hingga pantai utara Australia, di mana mereka tiga sampai empat bulan lamanya membuka puluhan lokasi pengolahan teripang. Sampai sekarang, hasil laut masih merupakan salah satu mata pencaharian utama bagi penduduk pulau-pulau dalam wilayah Kota Makassar.
Setetah Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menggantikan kompeni perdagangan VOC yang bangkrut pada akhir abad ke-18, Makassar dihidupkan kembali dengan menjadikannya sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1846. Tahun-tahun berikutnya menyaksikan kenaikan volume perdagangan yang pesat, dan kota Makassar berkembang dari sebuah pelabuhan backwater menjadi kembali suatu bandar internasional.
Dengan semakin berputarnya roda perekonornian Makassar, jumlah penduduknya meningkat dari sekitar 15.000 penduduk pada pertengahan abad ke-19 menjadi kurang lebih 30.000 jiwa pada awal abad berikutnya. Makassar abad ke-19 itu dijuluki "kota kecil terindah di seluruh Hindia-Belanda" (Joseph Conrad, seorang penulis Inggris-Potandia terkenal),dan menjadi salah satu port of call utama bagi baik para pelaut-pedagang Eropa, India dan Arab dalam pemburuan hasil-hasil hutan yang amat laku di pasaran dunia maupun perahu-perahu pribumi yang beroperasi di antara Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.
 
Pada awal abad ke-20, Belanda akhirnya menaklukkan daerah¬daerah independen di Sulawesi, Makassar dijadikan sebagai pusat pemerintahan kolonial Indonesia Timur. Tiga-setengah dasawarsa Neerlandica, kedamaian di bawah pemerintahan kolonial itu adalah masa tanpa perang paling lama yang pernah dialami Sulawesi Selatan, dan sebagai akibat ekonominya berkembang dengan pesat. Penduduk Makassar dalam kurun waktu itu meningkat sebanyak tiga kali lipat, dan wilayah kota diperluas ke semua penjuru. Dideklarasikan sebagai Kota Madya pada tahun 1906, Makassar tahun 1920-an adalah kota besar kedua di luar Jawa yang membanggakan dirinya dengan sembilan perwakilan asing, sederetan panjang toko di tengah kota yang menjual barang-barang mutakhir dari seluruh dunia dan kehidupan sosial-budaya yang dinamis dan kosmopolitan.
Perang Dunia Kedua dan pendirian Republik Indo¬nesia sekali lagi mengubah wajah Makassar. Hengkangnya sebagian besar warga asingnya pada tahun 1949 dan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing pada akhir tahun 1950-an menjadi¬kannya kembali sebuah kota provinsi. Bahkan, sifat asli Makassar-pun semakin menghilang dengan kedatangan warga baru dari daerah-daerah pedalaman yang berusaha menyelamatkan diri dari kekacauan akibat berbagai pergolakan pasca¬ revolusi. Antara tahun 1930-an sampai tahun 1961 jumlah penduduk meningkat dari kurang lebih 90.000 jiwa menjadi hampir 400.000 orang, lebih daripada setengahnya pendatang baru dari wilayah luar kota. Hal ini dicerminkan dalam penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan ”Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman pada tahun 1971. Baru pada tahun 1999 kota ini dinamakan kembali Makassar, tepatnya 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 Nama Ujung Pandang dikembalikan menjadi Kota Makassar dan sesuai Undang-Undang Pemerintahan Daerah luas wilayah bertambah kurang lebih 4 mil kearah laut 10.000 Ha, menjadi 27.577Ha

Makanan khas kota makassar seperti Coto,konro,Pisang Epe,Sop  Saudara
Kuliner Khas Makassar

COTO MAKASSAR

Masakan khas daerah berupa sop berkuah dengan bahan-bahan dasar yang terdiri dari usus, hati, otak, daging sapi atau kuda, dimasak dengan bumbu sereh, laos, ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, garam yang sudah dihaluskan, daun salam, jeruk nipis, dan kacang. Pada umumnya Coto Makassar disajikan/dimakan bersama ketupat.
Nikmati makanan ini disekitar jalan Gagak
 

SOP KONRO

Masakan khas daerah yang disajikan berupa sop berkuah maupun dibakar dengan bahan-bahan dasar seperti tulang rusuk sapi atau kerbau, dimasak/dibakar dengan bumbu ketumbar, jintan, sereh, kaloa, bawang merah, bawang putih, garam, vitsin yang sudah dihaluskan. Sop Konro pada umumnya disajikan/dimakan bersama nasi putih dan sambal.
Nikmati makanan ini disekitar Karebosi dan jalan Ratulangi
 
SOP SAUDARA

Masakan khas daerah yang berupa sop berkuah dengan bahan-bahan dasar seperti daging sapi/kerbau yang dimasak dengan aneka bumbu dan disajikan bersama nasi putih atau ketupat dengan Ikan Bakar sebagai tambahan lauknya.
Nikmati makanan ini disekitar jalan DR. Wahidin Sudirohusodo
Selain masakan khas tersebut diatas, masih banyak lagi masakan khas Makassar lainnya, seperti Pallu Mara, Pallu Basa (bisa dinikmati malam di jalan Onta dan siang di jalan Serigala), Pallu Ce'la, Pallu Kaloak (Sop Kepala Ikan, nikmati di jalan Tentara Pelajar), aneka Seafood, dan lain sebagainya.


PISANG EPE'

Makanan khas daerah yang terbuat dari pisang kepok yang mengkal, dibakar dan dipipihkan. Pisang Epe' disajikan dengan kuah air gula merah yang biasanya telah dicampur dengan durian atau nangka yang aromanya dapat membangkitkan selera.
 

ES PALLU BUTUNG

Terbuat dari pisang yang sudah dipotong-potong, dimasak dengan santan yang diberi tepung terigu, gula pasir, vanili, serta sedikit garam dan disajikan dengan es serut dan sirop merah.
 

ES PISANG HIJAU

Terbuat dari pisang raja, dibungkus dengan tepung terigu yang sudah diberi santan dan air daun pandan sebagai pewarna dan pengharum sehingga berwarna hijau, disajikan dengan saus yang diberi es serut dan sirop.
 
BARONGKO

Barongko adalah makanan penutup khas daerah Bugis-Makassar yang dibuat dari buah Pisang Kepok matang yang dikukus dengan daun pisang. Dahulu pada masa pemerintahan kerajaan di Sulawesi Selatan, Barongko merupakan makanan penutup yang mewah, dan hanya disajikan untuk Raja-raja, dan disajikan pada moment-moment tertentu, seperti acara perkawinan, ulang tahun, dan lain.
Untuk menambah cita rasa dan selera, bahan dasar Barongko biasanya ditambah dengan irisan buah Nangka atau Kelapa muda. 

Wisata Bahari Kota Makassar
Sabtu, 15 Mei 2010 07:44

Hamparan pulau-pulau karang yang berada disebelah barat jazirah Sulawesi Selatan, membentang selatan-utara, mulai Kabupaten Takalar di Selatan hingga pulau-pulau Kab. Pangkajene Kepulauan (Pangkep) di Utara, dikenal sebagai dangkalan Spermonde (Spermonde Shelf), dengan jumlah pulau ± 120 pulau dan duabelas diantaranya merupakan bagian wilayah Kota Makassar.

Secara umum daya tarik kepulauan Spermonde adalah kondisi pulau yang sebagian besar masih asri, perairan yang jernih, hamparan pasir putih, dan pada sore hari dapat menikmati sunset sepanjang tahun, pemandangan bawah laut (terumbu karang dan berbagai jenis ikan karang), beberapa lokasi kapal tenggelam (wreck), menyaksikan gerombolan burung camar yang berburu ikan, serta kehidupan nelayan tradisional yang dapat dijumpai setiap hari.

Pulau-pulau yang menjadi tujuan utama wisatawan adalah Pulau Kayangan, Pulau Samalona, Pulau Kodingareng Keke, dan Pulau Lanjukang. Telah tersedia fasilitas resort permanen di Pulau Kayangan, sedangkan pada Pulau Kodingareng Keke hanya tersedia Resort Non Permanen, penduduk di Pulau Samalona menyediakan rumahnya sebagai resort, sedangkan pada Pulau Lanjukang sudah memiliki fasilitas resort. Sementara pulau-pulau lainnya menjadi pendukung kegiatan wisata pulau, karena memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dijumpai seperti keadaan sosial budaya masyarakat itu sendiri, seperti Apparoro (upacara penurunan kapal di P. Barrang Caddi).

Untuk menjangkau pulau-pulau Spermonde, khususnya yang termasuk dalam wilayah Pemerintahan Kota Makassar, telah tersedia 3 dermaga penyeberangan yang saling berdekatan, yaitu : dermaga Kayu Bangkoa, dermaga wisata Pulau Kayangan dan dermaga milik POPSA (Persatuan Olahraga Perahu motor dan Ski Air) Makassar. Belum semua pulau-pulau kecil di Kota Makassar memiliki angkutan reguler dengan jadwal yang tetap. Pulau-pulau yang memiliki transportasi reguler, adalah P. Barrang Lompo, P. Barrang Caddi, Kodingareng Lompo, P. Lae-Lae dan P. Kayangan.


PULAU LANJUKANG


Pulau Lanjukang, atau disebut juga Pulau Lanyukang, atau Pulau Laccukang, merupakan pulau terluar yang berjarak 40 km dari kota Makassar, termasuk Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah. Untuk menuju pulau ini dari kota Makassar, belum ada transportasi reguler, namun bagi wisatawan dapat menggunakan perahu carteran (sekoci) dengan mesin 40 PK untuk 10 penumpang dengan biaya sewa Rp. 1.OOO.OOO,- (pulang-pergi) 

Bentuk pulau ini memanjang baratdaya - timurlaut, dengan luas mencapai lebih 6 ha, dengan rataan terumbu yang mengelilingi seluas 11 ha. Pada timur merupakan daerah yang terbuka dan terdapat dataran yang menjorok keluar (spit). Sedangkan di sisl barat bagian tengah, terdapat mercusuar. Vegetasi di pulau ini cukup padat, dengan sebaran pohon merata, didominasi oleh pohon pinus dan pohon kelapa serta pohon pisang dibagian tengah pulau.

Sarana umum yang tersedia masih relatif sangat terbatas. Fasilitas pendidikan dan kesehatan belum tersedia. Instalasi listrik dengan 2 buah generator hanya beroperasi antara pukul 17.30 - 21 .00 Wita. Terdapat sebuah sumur air payau di bagian tengah pulau untuk kebutuhan sehari-hari. Kita juga dapat menjumpai 2 buah warung kecil dengan barang dagangan yang sangat terbatas. Selain itu terdapat sebuah mushallah semi permanen. Pemukiman penduduk terkonsentrasi di sisi utara pulau yang relatif lebih aman pada musim timur dan barat.

Pulau ini belum dilengkapi dengan fasilitas dermaga kapal. Disisi bagian barat, pada surut terendah terdapat rataan terumbu karang yang mencapai jarak 1 km dan pada jarak 2 km terdapat daerah yang mempunyai kedalam yang curam hingga lebih 100 m. Wilayah perairan disisi selatan, timur, dan utara pulau ini merupakan alur pelayaran kapal.

Fasilitas resort sudah tersedia berupa 2 buah bangunan rumah batu semi permanen sebagai guest house bagi wisatawan ke pulau ini. Walaupun fasilitas sangat terbatas, bagi mereka yang menyenangi suasana alami, pulau ini ini salah satu tempat yang ideal bagi mereka yang ingin melakukan camping atau sekedar berjemur di pantai pasir putih yang indah dan bersih, atau bagi mereka yang gemar bersnorkling disekitar perairan pulau ini, panorama taman laut dan keanekaragaman biotanya dengan laut yang bersih menjadi daya tarik tersendiri.

Kondisi terumbu karang di sekitar pulau umumnya masih baik dan sangat menarik untuk kegiatan snorkling. Kita dapat menjumpai berbagai jenis spesies karang, karang lunak, ikan karang, dan ikan hias, serta biota lautnya. Umumnya, pulau ini dimanfaatkan oleh wisatawan pemancing sebagai tempat transit, sebelum meneruskan ke perairan Pulau Taka Bakang dan Pulau Marsende (wilayah perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan) untuk kegiatan "sport fishing".


PULAU LANGKAI


Pulau Langkai berjarak 36 km dari kota Makassar, merupakan salah satu dari tiga pulau terluar Makassar dan termasuk Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah. Posisi pulau ini berada 5,5 km di selatan Lanjukang, dan luas mencapai lebih dari 27 ha., dengan rataan terumbu yang mengelilingi seluas 142 ha.

Sebuah dermaga perahu tendapat di sebelah utara pulau ini. Belum tersedia transportasi rejuler untuk menuju pulau ini, dapat menggunakan perahu carteran (sekoci) dengan biaya sebesar Rp. 750.000.,- (pergi-pulang). Pulau ini cukup padat penduduknya, dengan jumlah mencapai 430 jiwa (127 KK), berasal dari suku Bugis (Maros, Pangkep) sebanyak 80%. dan 20% sisanya dibagi merata dari suku Mandar, suku Makassar (Takalar, Makassar, Gowa). Mata pencaharian utama penduduk Pulau Langkai adalah sebagai nelayan pancing 55%, nelayan dengan menggupakan pukat/jaring 31%, dan sebagai pengrajin perahu 5%, serta sebagian kecil sebagai pedagang/kelontong, guru dan Pegawai Negeri.

Untuk mendukung kebutuhan listrik penduduk pulau ini, tersedia instalasi listrik dengan 2 buah generator yang beroperasi antara pukul 17.30 - 21.00 Wita. Fasilltas sanitasi dan kebersihan di pulau ini agak terbatas, sedangkan fasilitas kesehatan, tersedla puskesmas pembantu (pustu) dengan bangunan permanen terdiri atas 3 ruangan. Pustu ini dllayani oleh seorang mantri yang berasal dari deerah itu juga, Secara periodik dokter Puskesmas Pattingalloang, Ujung Tanah Makassar sebagai induk pustu ini mengunjungi pulau ini. Sarana pendidikan berupa sekolah Dasar sudah permanen, sejumlah siswanya berasal dari pulau-pulau sekitarnya. Fasilitas transportasi reguler ke pulau ini belum tersedla.

Peralran Timur pulau ini merupakan alur pelayaran kapal dari dan ke Dermaga Soekano-Hatta Makassar, dengan kedalaman besar dari 30 m, dibeberapa tempat dijumpai kedalaman kurang dari 10 m. Pada perairan barat, dengan jarak kurang darl 2 km dari dataran terumbu, kita dapat menjumpai perubahan kedalaman yang drastis mencapai lebih dari 200m. Ditempat ini banyak diminati oleh wisataman pemancing untuk menjalankan aktifitasnya.

Kondisi terumbu karang yang masih baik di sekitar pulau sangat terbatas, namun demikian, ikan kerapu dan napoleon masih umum dijumpai di sekitar pulau ini. Kita juga dapat menjumpai ikan Kaneke, udang mutiara, ikan cakalang, tinumbu, bambangang, hiu, lamuru, cepa (kuwe), sunu, kerapu dan ikan terbang. Pulau ini dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata bahari alternatif untuk melihat kehidupan sehari-hari nelayan pancing, termasuk cara pengrajin perahu membangun dan merawat perahunya.


PULAU LUMU-LUMU


Pulau Lumu-lumu berjarak 28 km dari kota Makassar, termasuk Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Ujung Tanah. Posisi pulau ini berada di sebelah timur P. Lanjukang, dan merupakan pulau terdekat dari tiga pulau terluar Makassar. Untuk menuju pulau ini, belum tersedia transportasi reguler, hanya tersedia perahu carteran (sekoci) 40 PK dengan biaya Rp. 600.000,- (pergi-pulang).

Pulau ini berbentuk bulat, memanjang barat laut-tenggara. Sebaran terumbu karang yang mengelilingi pulau ini dengan kedalaman kurang dari 1 m, dan sebagian besar berubah menjadi daratan pada kondisi surut minimum. Perairan sebelah timur dan utara, merupakan alur pelayaran dengan kedalaman besar 30m, sedangkan perairan sebelah selatan sekitar 2 km dari pulau merupakan daerah gosong dengan kedalaman 5 m, kedalaman perairan antara gosong dan perairan sebelah barat P. Lumu-lumu hingga mencapai besar dari 30 m.

Walaupun luas pulau ini hanya 3,75 ha, atau hampir setengah dari luas P. Lanjukang, namun jumlah penduduknya mencapai 984 jiwa atau 30 kali dari P. Lanjukang. Pulau ini merupakan pulau terpadat penduduknya dengan tingkat kepadatan 262 jiwa setiap ha dan tersebar merata di seluruh pulau. Tidak banyak pohon dijumpai di pulau ini. Pohon yang terdapat di pulau ini: pohon kelapa, pohon kayu cina yang menempati sisi utara, barat dan selatan.

Jumlah masyarakat sejahteranya mencapai 90%, dengan mata pencarian utamanya sebagian nelayan, yang hanya menangkap ikan yang memiliki nilai jual tinggi seperti ikan sunu (grouper) dan ikan karang lainnya. Tingkat kesejahteraan masyarakat pulau ini juga tercermin dari peralatan tangkap yang digunakan sudah lebih maju dibanding nelayan tradisional, dengan menggunakan jaring insang (gill net).

Sebuah dermaga kayu terletak pada sisi timur untuk menunjang aktifitas keluar masuknya perahu. Terdapat sebuah masjid permanen, sebuah Sekolah Dasar dan sebuah puskesmas pembantu dengan satu orang suster, pos yandu 1 buah dan dukun beranak sebanyak 2 orang. Banyak dijumpai sumur dengan air payau dan hanya digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi, sementara rumah penduduk belum banyak dilengkapi dengan jamban. Instalasi listrik dari PLN dengan 2 buah generator yang beroperasi antara pukul 18.00 - 22.00 Wita, dan tersedia fasilitas telekomunikasi.

Biota yang terdapat di pesisir pulau, adalah: padang lamun, rumput laut, kepiting, keong laut, cacing pasir, teripang, sedangkan diperairan sekitar pulau.terdapat beberapa jenis ikan, karang lunak, karang keras, dan padang lamun.


PULAU BONETAMBUNG


Pulau ini berbentuk bulat, dengan luas 5 Ha, atau berjarak 18 km dari Makassar. Posisinya berada di sebelah timur P. Langkai. Perairan sebelah utara dan timur merupakan alur pelayaran pelabuhan, dengan kedalaman lebih dari 40 meter (± 900 meter dari pantai), perairan sebelah barat terdapat rataan terumbu karang, pada bagian luar sekitas 1 km terdapat kedalaman besar dari 20 m, dan pada sebelah baratdaya sekitar 1 km terdapat daerah yang sangat dangkal dengan kedalaman kurang dari 5 meter. Belum tersedia transporatasi reguler ke pulau ini, dapat menggunakan perahu carteran (sekoci) 40 PK dengan biaya sebesar Rp. 600.000,- (pergi-pulang).

Pemukiman penduduk tersebar merata di pulau ini, dengan jumlah 481 jiwa. Vegetasi umum dijumpai adalah pohon kelapa. Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat, adalah upacara Lahir bathin yakni mensucikan diri sebelum masuk bulan Ramadhan, Upacara Songkabala yakni upacara untuk menolak bala yang akan datang, dan upacara Pa’rappo yakni upacara ritual yang dilaksanakan oleh para nelayan sebelum turun ke laut, serta upacara karangan yakni upacara ritual yang dilakukan oleh para nelayan ketika pulang melaut dengan memperoleh hasil yang berlimpah.

Kondisi ekonomi masyarakat relatif baik dimana mata pencaharian utamanya adalah sebagai nelayan (90%) khususnya nelayan ikan kerapu Untuk mendukung sarana transportasi laut dipulau ini, telah dibangun dermaga pada sisi selatan pulau, selain fasilitas dermaga, terdapat 1 buah sekolah dasar (SD) dan 1 buah Puskesamas pembantu dengan tenaga medis 1 orang mantri, 1 orang suster dan 1 orang dukun, sanitasi lingkungan di pulau ini belum tersedia.

Kita juga dapat menjumpai sebuah masjid hasil swadaya masyarakat dan fasilitas olahraga yakni lapangan bola dan volley. Sebuah instalasi lidtrik dengan generator yang beroperasi padad pukul 18.00 – 22.00 wita melengkapi fasilitasv di pulau ini. Kepiting, crustasea, molusca, cacing pasir, kerang-kerangan, bintang laut, bulu babi, beberapa jenis ikan, seperti ; cumi-cumi, baronang, papakulu (ayam-ayam), mairo (teri), katamba, dan banyar merupakan biota yang umumnya dijumpai diperairan pulau ini. Sejumlah terumbu karang telah rusak, namun masih dapat dijumpai panorama bawah laut yang masih asri untuk lokasi snorkling. Disamping itu, upacara ritual masyarakatnya dapat menjadi atraksi wisata budaya bagi wisatawan.


PULAU KODINGARENG LOMPO

Pulau ini termasuk dalam Kelurahan Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, dan berjarak 15 km dari Makassar. Bentuknya relatif memanjang Utara - Selatan, pada sisi Selatan tedapat dataran yang memanjang menjorok keluar (spit), pulau ini mempunyai luas 14 Ha. Untuk menuju pulau ini dari Makassar, tersedia transportasi regular dengan biaya Rp. 6.000,- per penumpang sekali jalan dengan menggunakan Kapal motor. Tersedia juga perahu motor carteran (sekoci) 40 PK, dengan biaya Rp.400.000,- (pulang-pergi).

Jumlah penduduk di pulau ini t 4170 jiwa, dengan mata pencaharian 90% sebagai nelayan, 9% pa'balong dan sisanya usaha lainnya. Alat tangkap yang dominan adalah pancing dan purse. Konsentrasi penyebaran penduduk merata, dengan jenis bangunan rumah panggung dan rumah batu. Pada sisi timur terdapat 2 buah dermaga yang berdekatan, yaitu : dermaga kayu buat kapal motor (regular) dan Speed Boat.

Fasilitas di pulau ini cukup maju dibandingkan dengan pulau- pulau lainnya. Instalasi listrik dengan generator yang beroperasi selama 12 jam. Terdapat 2 buah Sekolah Dasar, 1 buah taman kanak-kanak, sarana ibadah : 2 buah mesjid dan 2 buah musalla, dengan Fasilitas kesehatan berupa 1 buah posyandu bantu, juga terdapat pos obat desa (POD) melalui program NGO Plan Internasional dan terdapat 1 buah lapangan sepak bola. Perairan sebelah Timur, Utara dan Selatan memiliki kedalaman diatas 20 m pada jarak antara ± 0,2 mil sedangkan perairan disebelah Barat pada jarak ± 4,5 mil dari pantai mempunyai kedalaman 20 m.

Panorama bawah air yang asri masih dapat dijumpai di beberapa spot di wilayah perairan pulau ini. Sejumlah jenis biota yang dapat kita jumpai diperairan ini, adalah : bulubabi, ubur-ubur, kepiting, bintang laut, beberapa jenis ikan, seperti: beseng-beseng giru, leto-leto, cepa, belawas (sejenis baronang)


PULAU KODINGARENG KEKE


Pulau ini terletak disebelah utara P.Kodingareng Lompo, dan berjarak 14 km dari Makassar. Bentuk pulaunya memanjang timurlaut - baratdlaya, dengan luas ± 1 Ha. Pada sisi selatan pulau, pantainya tersusun oleh pecahan karang yang berukuran pasir hingga kerikilan, sedangkan pada sisi utara tersusun oleh pasir putih yang berukuran sedang-halus dan bentuknya berubah mengikuti musim barat dan timur. Tidak tersedia transportasi reguler menuju pulau ini, namun dapat menngunakan perahu motor carteran (sekoci), 40 PK dengan biaya Rp. 500.000,- (pergi-pulang)

Tidak tercatat adanya penduduk di pulau ini, namun dalam 7 tahun terakhir ini  terdapat beberapa bangunan peristirahatan semi permanen bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Bangunan dikelola oleh seorang warga negara Belanda, dan telah menanam kembali beberapa pohon pinus. Pada sisi barat terdapat dataran penghalang yang terbentuk akibat proses sedimentasi yang tersusun atas material pecahan koral. Ada pasang terendah, terdapat dataran yang cukup luas dibagian barat pantai. Perairan sebelah baratlaut merupakan daerah yang cukup luas dengan kedalaman kecil dari 5 meter hingga mencapai 2,5 km dari garis pantai, sedangkan di perairan sebelah timur dan selatan merupakan alur pelayaran masuk dan keluar dari pelabuhan Samudera Makassar.

Tersedia fasilitas resort standar bagi wisatawan, dan perairan di sekitar pulau ini merupakan tempat yang ideal bagi mereka yang menyenangi snorkeling. Kondisi terumbu karangnya umumnya terjaga dengan baik, dengan ikan-ikan karangnya yang cantik membuat panorama bawah lautnya semakin asri. Bagi anda yang tidak menggemari snorkling/diving, dapat anda menikmati hamparan pasir putihnya.


PULAU BARRANG LOMPO


Pulau Barrang Lompo termasuk wilayah Kecamatan Ujung Tanah, dan berada di sebelah utara P. Barrang Caddi, dan berjarak 13 km dari Makassar. Pulaunya berbentuk bulat, dengn luas 19 Ha. Vegetasi yang umum tumbuh di pulau ini adalah pohon asam, pohon pisang dan pohon sukun, sedangkan pohon kelapa hanya dijumpai disisi timur dan barat pulau ini.

Konsentrasi pemukiman penduduk berada pada sisi Timur, Selatan, dan Barat dengan jumlah penduduk mencapai 3.563 jiwa dari 800 KK. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan, dilengkapi kurang lebih 50 kapal kayu motor dan sekoci. Kondisi ekonomi masyarakatnya relatif sejahtera.

Fasilitas umum di pulau ini cukup maju dibanding pulau lainnya, tersedia transportasi reguler dari dan ke Makassar dengan kapal motor, biayanya Rp. 6.000,- per orang sekali jalan, sanitasi yang cukup baik, fasilitas pendidikan : 1 buah Taman Kanak-kanak (TK), dan 2 buah Sekolah Dasar. Pulau ini dilengkapi juga dengan fasilitas kessehatan berupa 1 buah Puskesmas dan sebuah lagi puskesmas pembantu dengan tenaga medis yang terdiri dari 1 orang dokter, 1 orang perawat, 1 orang mantri, dan 1 orang bidan. Instalasi listrik dengan 2 generator yang berkapasitas 360 KVA yang beroperasi pada pukul 18.00 - 06.00 WITA. Jalan-jalan utama dibuat dari paving blok. Fasilitas air yang baik dan memiliki 2 buah dermaga (tradisional dan semi permanen), dan di pulau ini terdapat "Marine Field Stasiun Universitas Hasanuddin". 

Tradisi masyarakat yang masih dijumpai di pulau ini adalah upacara Lahir Bathin yakni mensucikan diri sebelum masuk bulan Ramadhan, upacara Songkabala yakni upacara untuk menolak bala yang akan datang, upacara Pa'rappo yakni upacara ritual yang dilaksanakan oleh para nelayan sebelum turun ke laut, dan upacara Karangan yakni upacara ritual yang dilakukan oleh para nelayan ketika pulang melaut dengan memperoleh hasil yang berlimpah.

Selain makam-makam tua dari abad ke XIX yang terdapat di pulau ini sebagai obyek wisata budaya yang menarik dikunjungi, juga kios tempat pembuatan cindera mata dari kerang laut, berada tepat didepan dermaga utama. Pada beberapa spot di perairan pulau ini, kehidupan karang dan ikan karang umumnya masih baik, walaupun ada sebagian karangnya sudah ikut hancur akibat eksploitasi yang tidak ramah lingkungan.


PULAU BARRANG CADDI


Pulau ini terletak di sebelah timur P. Barranglompo, berbentuk memanjang timurlaut – baratdaya, dengan luas 4 ha. Berjarak 11 km dari Makassar dan termasuk pulau yang padat penduduknya, dengan jumlah 1263 jiwa. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional, hal ini tercermin dari peralatan tangkap yang mereka gunakan masih sederhana, seperti bubu, pancing, rengge, dan lepa-lepa.

Fasilitas umum yang tersedia berupa instalasi listrik, penyaringan air laut menjadi air tawar (bantuan jepang) dan sebuah dermaga di sisi barat pulau ini. Untuk kesehatan, dapat dijumpai 1 Puskesmas Pembantu dan 1 Posyandu dengan seorang tenaga kesehatan dan seeorang dukun terlatih, sedangkan untuk pendidikan, terdapat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Tersedia sarana transportasi reguler dari Makassar dengan biaya Rp. 6.000 per orang sekali jalan. Kedalaman perairan disekitar pulau ini umumnya besar dari 25 meter, sehingga menjadi bagian dari alur pelayaran masuk-keluar Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Konsep zonasi sudah diterpkan pada pemanfaatan ruang laut di perairan pulau ini. Seperti pada perairan sisi baratnya, merupakan daerah perlindungan yang dibagi atas beberapa zona, antara lain zona yang paling dekat dengan pulau disebut zona inti dan yang kearah laut lepas merupakan zona penyangga yang dicanangkan sekitar bulan Desember 2003 lalu. Kegiatan ini juga, merupakan usaha perlindungan terhadap ekosistem terumbu karang disekitar pulau Barrang Caddi yang diinisiatif oleh forum kemitraan bahari Sulaweai Selatan.

Obyek wisata budaya yang menarik di pulau ini adalah mengunjungi tempat pembuatan perahu tradisional pada sisi barat pulau ini, ataukah hanya sekedar melihat kehidupan sehari-hari masyarakat P. Barrang Caddi. Kalau kita beruntung, maka kita dapat menjumpai upacara penurunan kapal (apparoro), atau upacara pembuatan rumah atau kegiatan mesyarakat duduk bersama untuk membicarakan suatu hal.

Pada beberapa spot, kehidupan kondisi terumbu karangnya dijumpai dalam kondisi baik, beberapa spesies karang dan ikan perairan bagian barat. Tempat ini juga menarik bagi mereka yang hanya sekedar untuk melakukan snorking, walaupun sebagian karangnya ikut hancur akibat eksploitasi yang tidak ramah lingkungan.


PULAU SAMALONA


Pulau Samalona, secara administratif termasuk Kecamatan Mariso, berjarak 7 km dari kota Makassar, selain terkenal dengan pantai pasir putihnya juga memiliki tempat pemancingan. Pulau ini relatif berbentuk bulat, luas lebih 2 ha, dengan jumlah penduduk mencapai 82 jiwa. Belum tersedia transportasi reguler ke pulau ini, namun demikian para wisatawan dapat menyewa kapal motor 40 PK dengan jumlah penumpang 10 orang, sebesar Rp. 300.000,- (pergi-pulang).

Konsentrasi penduduk merata di tengah pulau, dengan bangunan rumah panggung. Pulau ini cukup rindang dengan sejumlah pohon besar yang terdapat di pulau ini, seperti pohon cina, tammate, dan pohon kelapa sedangkan pada sisi baratlaut terdapat hamparan pasir putih yang cukup luas, oleh pengunjung dimanfaatkan sebagai tempat bermain pantai. Di pulau ini, dapat dijumpai juga sebuah kompleks makam tua yang dikeramatkan oleh masyarakat Samalona, letaknya di sisi Utara pulau.

Kondisi ekonoml masyarakat setempat bergantung dari sektor pariwisata yang berkunjung ke Pulau Samalona. Fasilitas Yang tersedia di Pulau ini berupa instalasi listrik dari PLN dengan 4 buah mesin Pembangkit listrik yang beroperasi antara pukul 18.00-22.00 Wita, dan bila hari libur hingga pukul 24.00 Wita. Di pulau ini terdapat pula satu buah mushallah yang merupakan bantuan dari wisatawan lokal. Terdapat sebuah sumur dengan kondisi air yang payau di bagian tengah pulau, beberapa rumah panggung milik penduduk yang disewakan, dilengkapi dengan MCK.

Perairan di sekitar pulau mencapai kedalaman diatas 10 m, pada sisi Barat Laut terdapat mercusuar, gosong terdekat berada pada perairan sisi Tenggara yaitu Taka Bako (± 2 km). Bagi mereka yang menyenangi kegiatan berenang, pantai Samalona merupakan salah tempat ideal, namun sejumlah spot snorkling dapat dijumpai di perairan bagian barat P. Samalona. Pulau ini, sehingga pulau ini menjadi salah satu tempat yang paling digemari oleh masyarakat kota Makassar untuk sekadar menikmati putih atau berenang.


PULAU LAE-LAE


Pulau ini berhadapan langsung dengan pantai Losari, berjarak 2 km depan pantai Makassar, dengan luas 11 ha. Secara administrasi, Pulau Lae-Lae termasuk Kecamatan Biringkanaya. Pulau ini berbentuk persegi empat dan terdapat bangunan penghalang gelombang yang memanjang relative Utara – Selatan pada sisi barat pulau. Konsentrasi penduduk merata, dengan jenis bangunan rumah panggung dan rumah batu. Dibangun tanggul mengelilingi pulau, menyerupai bentuk segiempat, dan pada sisi selatan terdapat bangunan pemecah gelombang yang memanjang relative utara-selatan. Pada perang Dunia II, pulau ini difortifikasi oleh tentara Jepang sebagai pertahanan udara dan laut.

Masyarakat mulai mendiami pulau Lae-lae  pada tahun 1950-an. Penduduknya telah mencapai lebih 1500 jiwa, umumnya sebagai pelaut dan nelayan. Sejak ikan jenis kerapu menjadi komoditi ekspor yang bernilai tinggi, semakin banyak nelayan Lae-lae mengusahakan penangkaran kerapu untuk ekspor. Tersedia fasilitas transportasi reguer yang menghubungkan pulau ini dengan kota Makassar, dengan biaya Rp. 5.000 per orang sekali jalan.

Fasilitas umum yang dapat kita jumpai di pulau ini, sudah cukup memadai, seperti sebuah instalasi listrik dengan 2 buah generator yang beroperasi antara pukul 17.30-21.00 Wita, sebuah dermaga kayu, mesjid permanen, Sekolah dasar, Puskesmas dan Posyandu serta saluran sanitasi untuk sebagian pemukiman penduduk. Kebutuhan akan air bersih, masih disuplai dari kota Makassar, sedangkan untuk kebutuhan sehari mereka masih menggunakan air dari beberapa sumur di pulau ini.

Perairan sekitar Pulau Lae-Lae relatif dangkal, atau mempunyai kedalaman kurang dari 7.5 meter, kecuali pada bangunan Pemecah gelombang di sisi Timur Laut dengan kedalaman perairan hingga mencapai lebih 9 meter. Bagi mereka yang menyenangi untuk sekedar berjemur dan memancing untuk hiburan, Pulau ini sebagai salah satu tempat ideal untuk dikunjungi. Walaupun di pulau ini tidak tersedia resort, tetapi beberapa rumah penduduk menawarkan untuk dijadikan guest house.


PULAU LAE-LAE KECIL


Pulau ini dikenal dengan nama P. Gusung oleh masyarakat Makassar. Berjarak kurang dari 1,6 km dari kota Makassar, dengan luas 2 ha dan berbentuk memanjang utara-selatan. Posisi pulau ini berada diantara Pulau Lae-lae dan Pulau Kayangan. Sebelumnya pulau ini hanya merupakan sand barrier (pulau gosong) dan dibangun oleh Pengelola Pelabuhan Makassar sebagai pemecah gelombang, sekaligus melindungi kawasan Pelabuhan selama musim Barat (Desember-Maret).

Pulau ini todak berpenghuni, dan tidak ada dijumpai pohon besar, kecuali rumput laut dan jenis tanaman perdu pantai lainnya. Pulau ini sekarang, telah berkembang menjadi salah datu tujuan lokasi wisata bahari bagi penduduk Makassar, seperti wisata pemancingan, atau tempat berenang atau sekedar tempat bersantai. Tersedia fasilitas ttransportasi reguler dengan biaya Rp. 7.500 per orang sekali jalan.


PULAU KAYANGAN


Pulau Kayangan merupakan pulau koral yang paling dekat dengan Makassar, berbentuk bulat, berpasir putih, tidak berpenghuni, dengan luas mencapai 2 ha, termasuk dalam wilayah Kelurahan Bulo Gading Kecamatan Ujung Pandang. Berjarak 800 m dari Pelabuhan Soekarno Hatta, dan waktu tempuh ±15 menit dari dermaga Kayangan, dilengkapi dengan pelabuhan penyeberangan yang khusus diperuntukan bagi wisatawan yang akan berlibur di pulau ini, dengan biaya transportasi Rp. 20.000 perorang pulang. Perahu penyeberangan tersedia setiap 20 menit ke pulau dan membawanya kembali ke Makassar. Pulau ini dibuka hingga pukul 24.00 Wita.

Dulunya, pulau ini bernama Marrouw atau Meraux, dan dikelola sebagai resort dan tempat wisata bahari favorite sejak tahun 1964, Pulau ini juga mempunyai sistem keamanan 24 jam, didukung dengan fasilitas air tawar yang khusus didatangkan dari Kota Makassar. Pada tahun 2003 sempat ditutup, namun berselang beberapa bulan dibuka kembali. Saat ini, pulau kayangan telah direnovasi kembali dan dilengkapi sejumlah fasilitas tambahan agar memenuhi standar internasional.

Bagi masyarakat kota Makassar, pulau Kayangan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota ini. Tersedia berbagai fasilitas di pulau ini, seperti tempat penginapan, pondokan, panggung hiburan, restoran, gedung serba guna, ruang pertemuan, tempat bermain bagi anak-anak, sarana olah raga, dan anjungan memancing serta kolam renang. Tempat ini merupakan salah satu alternatif utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari di Kota Makassar.


TAPI MASIH ADA PULAU TERINDAH YANG DI MILIKI KOTA MAKASSAR YAITU PULAU PANAMBUNGAN TERLETAK DI KABUPATEN PANGKEP DEKAT PULAU BARANG LOMPO