Rabu, 26 September 2012
Hidayah
Akhirnya aku sadar bahwa pentingnya mendekatkan diri kepada sang pencipta kita yang Maha Kuasa,Maha Penyayang dan Maha Besar segala puji bagi Allah SWT atas berkatnya , saya baru sadar bahwa AGAMA ISLAM itu agama yang mulia , begitu banyak cobaan halangan dan rintangan yang di hadapi dan Alhamdulillah semuanya itu bisa di lalui . Dengan ijin Allah SWT dan bertawakkal kepadanya semua itu bisa berlalu, Semoga dengan hidayah dan nur yang di berikan Allah SWT kepada saya supaya tambah bisa rajin beribadah dan di sukai oleh semua orang ... Amin.. Amin.. YAA RABBAL ALAMIN...
Sabtu, 15 September 2012
Cara mengatasi perasaan was-was
Ajaran agama Islam tidak pernah
mempersulit umatnya. Justru, agama ini hadir di muka bumi untuk
memberikan kemudahan dan jalan keluar dari kesulitan yang ada. Karena
itu, segala sikap yang cenderung berlebih-lebihan dan mempersulit diri
dalam beragama sangatlah tidak dibenarkan. Karena hal ini dapat
menimbulkan sikap was-was. Inilah yang menjadikan sebab, mengapa para
Ulama menyebutkan, bahwa was-was itu disebabkan karena dua hal; pertama,
adanya keraguan terhadap kebenaran ajaran agama yang dibawa oleh Nabi
Muhammad SAW, sehingga merasa perlu untuk ditambahi. atau yang kedua
karena lemahnya akal (kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama). Yang
Pertama, sebab karena keraguan atas kebenaran agama yang dibawa oleh
Rasulullah SAW, sehingga merasa kurang sempurna. Padahal kaum Muslimin
diperintahkan oleh Allah meniru Nabi-Nya. Berwudhu misalnya, bagaimana
cara mengambil air dengan berniat sambil membasuh muka, tangan, dan
mengusap sebagian kepala dan mencuci kedua kaki. Begitu juga dengan cara
Sholat, telah dicontohkan beliau. Jika tidak, Lalu siapa lagi yang
akan dijadikan contoh dalam pelaksanaan sholat kita? Bukankah
Rasulullah telah bersabda:
صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي اُصَلِّى
“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat”.(Riwayat Al-Baihaqi,Ad-Daruquthny, dan Ibnu Majah)
Allah
SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa was-was sebenarnya adalah usaha
syaitan untuk mengganggu ibadahnya seseorang muslim agar tidak memiliki
keikhlasan dalam ibadahnya. Ataupun agar dapat meragukan sesuatu yang
sudah jelas dalam ajaran agama. Seperti yang telah digambarkan dalam
surat an-Nas ayat 4,5 dan 6 yaitu:
“Dari
kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan
(kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.”
Yang
Kedua, akal yang kurang sempurna atau tidak normal, sehingga terkesan
seperti orang gila, yang selalu mengulang-ngulang perbuatan yang sama.
Adapun cara untuk menghilangkan was-was yang paling efektif adalah
jangan percaya segala bentuk gangguan atau perasaan yang menggiring
terhadap sikap keragu-raguan. Lakukanlah hal-hal yang telah diyakini
saja. Seperti yang diriwayatkan oleh Abi Daud, Ahmad, dan Baihaqi bahwa
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَوَجَدَ حَرَكَةً فِي دُبُرِهِ أَحْدَثَ أَوْ لَمْ يُحْدِثْ فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ فَلَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
“Apabila
ada diantara kalian ketika sholat merasakan ada yang bergerak dalam
duburnya seperti berhadas atau tidak dan dia ragu, maka janganlah
dibatalkan sholatnya, sehingga mendengarkan suaranya atau mencium
baunya”
Hal ini juga dikuatkan Qaidah Fiqhiyah bahwa:
الْيَقِينُ لَا يُزَالُ بِالشَّكِّ
“Suatu keyakinan itu tidak bisa dihilangkan dengan sebuah keraguan”
Maka
akan semakin jelas, bahwa sesuatu yang hanya berdasar pada perasaan
atau keraguan tidak dapat dijadikan pedoman untuk memutuskan bahwa
wudhu atau sholat kita itu batal. Begitu juga, tentang niat sholat
misalnya. Ketika ada seseorang yang akan melakukan Sholat Subuh, tentu
dia akan melakukan hal yang sama seperti yang dikerjakan orang lain
ketika akan sholat subuh, yaitu dilakukannya di waktu subuh, kemudian
berdiri menghadap kiblat, lalu melakukan Takbirotul-Ihrom disertai
dengan niat Sholat Subuh, kemudian memulai sholatnya. Tidak perlu untuk
mengulang-ngulang sholatnya hanya karena sebuah keraguan atau was-was
dalam bertakbir atau melafalkan niat. Bukankah hati kita telah merasa
yakin bahwa kita memang akan melaksanakan ibadah Sholat subuh, bukan
ibadah sholat yang lain, walaupun tanpa melafalkan niat sekalipun, hal
itu adalah sah. Sebab, melafalkan niat itu adalah suatu perbuatan yang
sunnah, yang hanya bertujuan untuk menampakkan apa yang sudah diyakini
dalam hati kita. Adapun cara untuk membersihkan hadas setelah buang
air kecil atau besar, adalah dengan berdehem sebanyak tiga kali dan
sedikit menekan pada jalan kemaluan dengan memerut (bagi laki-laki).
Namun, jika kemudian dia merasa ada yang keluar dari jalan kemaluan
depan atau pun jalan kemaluan belakang, namun sebenarnya dia tidak
meyakini akan kebenaran keluarnya hadast itu dengan penuh keyakinan,
maka itu hanyalah sekedar perasaan. Cara yang lain juga, dalam
menghilangkan was-was dari kencing adalah dengan cara menyiramkan
sedikit air serta mencipratkannya pada daerah sekitar jalan depan,
sehingga ketika nanti muncul keraguan atau was-was bahwa jalan depan
keluar kembali, maka kita akan mudah menghilangkan keraguan itu dengan
meyakini bahwa basahnya pada daerah karena air yang kita siramkan bukan
yang lain. Bahkan dikatakan, cara yang cukup efektif utk menghilangkan
perasaan was-was itu adalah dengan melawan atau menentang perasaan
was-was itu sendiri. Sebab, bagaimanapun perasaan was-was atau keraguan
itu sebenarnya berasal dari syaitan yang mencoba untuk membisikkan
kepada kita untuk menggangu keikhlasan ibadah kaum muslimin. Walhasil,
untuk menghilangkan Was-was adalah dengan segera membuang sikap
kehati-hatian yang dapat menjadikan kita menjadi was-was. Selain itu,
selama belum adanya keyakinan yang penuh dalam diri kita terhadap
batalnya Wudhu atau Sholat atau yang lain, dan keyakinan itu tidak
dapat mengalahkan keyakinan sahnya wudhu dan Sholat kita, maka jangan
membatalkannya.
sumber http://lagu-sholawat.blogspot.com/2011/12/test.html dan http://health-adolescent.blogspot.com/2012/04/cara-menghilangkan-rasa-was-was.html
Langganan:
Postingan (Atom)